Penularan Covid-19 Banyak dari Anggota Keluarga, Begini Cara agar Tetap Aman

#Liputanmedia

Nova.id – Menjelang akhir tahun, tingkat penularan Covid-19 masih juga belum mereda. Dikutip dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Jumat (27/11/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 522.581 orang.
Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan sebanyak 5.828 kasus dalam 24 jam terakhir. Selain itu, diketahui juga bahwa kasus Covid-19 lebih banyak disebabkan oleh penularan dari anggota keluarga di dalam rumah.
Dikutip dari Kompas.com, Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI RS Persahabatan, Dokter Agus Dwi Susanto, menjelaskan bahwa laporan BNPB menemukan cukup banyak anggota keluarga yang menularkan virus ini setelah bepergian ke luar rumah.
“Beberapa laporan yang ada termasuk dari BNPB kan masyarakat di Jakarta ini yang terkena justru adalah klaster keluarga, yang membawa virus dari luar ke dalam rumah,” kata Agus dilansir dari laman yang sama.
Nova.id – Menjelang akhir tahun, tingkat penularan Covid-19 masih juga belum mereda. Dikutip dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Jumat (27/11/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 522.581 orang.
Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan sebanyak 5.828 kasus dalam 24 jam terakhir. Selain itu, diketahui juga bahwa kasus Covid-19 lebih banyak disebabkan oleh penularan dari anggota keluarga di dalam rumah.
Dikutip dari Kompas.com, Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI RS Persahabatan, Dokter Agus Dwi Susanto, menjelaskan bahwa laporan BNPB menemukan cukup banyak anggota keluarga yang menularkan virus ini setelah bepergian ke luar rumah.
“Beberapa laporan yang ada termasuk dari BNPB kan masyarakat di Jakarta ini yang terkena justru adalah klaster keluarga, yang membawa virus dari luar ke dalam rumah,” kata Agus dilansir dari laman yang sama.
Sayangnya, tingginya risiko penularan masih belum sejalan dengan penerapan protokol kesehatan masyarakat di lapangan. Agus menyebut, masih banyak orang yang tidak menggunakan masker ketika berada di luar. Hal ini membuat seseorang semakin berisiko menularkan virus pada anggota keluarga.
Untuk itu, kesadaran masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan tetap perlu digalakkan. Mengingat potensi penularan virus juga semakin tinggi menjelang libur panjang akhir tahun. Namun, kini muncul pertanyaan baru, perlukah memakai masker di dalam rumah?
Menurut Agus, seseorang boleh saja melepas masker ketika sudah berada di rumah, asalkan sudah betul-betul menerapkan protokol kesehatan secara ketat ketika beraktivitas di luar.
“Kalau kita bicara mengenai masker di rumah ya. Asal kita menjalankan protokol kesehatan yang betul di luar rumah, maka di dalam rumah kita bisa lepas itu masker,” jawab dia.
Di samping itu, ia juga mengimbau agar anggota keluarga tetap menjaga jarak dengan anggota keluarga yang berusia lanjut maupun memiliki penyakit penyerta, guna menekan risiko penularan tanpa disadari. Penerapan 3M (Menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) juga tetap perlu disiplin untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *