Peserta PPDS Neurologi FKUI Torehkan Prestasi pada Ajang Kompetisi Ilmiah Nasional

#Liputanmedia

Jadwal perkuliahan yang padat, dan penyesuaian kegiatan belajar mengajar bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada masa pandemi COVID-19, ternyata bukan sebuah halangan bagi para peserta PPDS FKUI untuk tetap semangat belajar dan menorehkan prestasi.
Seperti prestasi yang ditunjukkan oleh peserta PPDS dari Neurologi FKUI-RSCM baru-baru ini, mereka berhasil torehkan prestasi pada ajang Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PIN PERDOSSI) yang berlangsung secara daring pada 14-15 November dan 21-22 November 2020.
Prestasi tersebut adalah sebagai Juara 1 pada kategori Video atas nama Tim Kerukunan Neurologi FKUI, dan sebagai Juara 3 pada kategori Moderated Poster Penelitian atas nama dr. Kevin.
PIN PERDOSSI tahun ini mengangkat tema “Menjawab Tantangan Pelayanan Neurologi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru.” Seperti umumnya kegiatan pertemuan ilmiah nasional, selain simposium diadakan juga beberapa kompetisi seperti oral presentation, moderated poster, viewed poster, serta lomba poster dan video.
Kepada Humas FKUI, dr. Raesa Yolanda yang mewakili rekan-rekannya di Tim Kerukunan Neurologi FKUI mengatakan, “Video yang dibuat dan diikutsertakan pada lomba ini berjudul Adaptasi Kebiasaaan Baru. Video ini bercerita tentang bagaimana para PPDS dan staf di Departemen Neurologi FKUI-RSCM menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam bekerja sehari-hari, khususnya di era pandemik. Mulai dari cara berinteraksi dengan sejawat maupun pasien, penggunaan alat pelindung diri, hingga prosedur saat akan pulang ke rumah.”
Sementara itu, karya ilmiah dr. Kevin yang dipresentasikan pada kompetisi ini berjudul “Profil Klinis dan Luaran Stroke Iskemik Akut dengan Trombektomi Mekanik berdasarkan Lokasi Oklusi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.” Dalam pembuatan karyanya, dr. Kevin dibimbing oleh para staf di Departemen Neurologi FKUI-RSCM yaitu dr. Taufik Mesiano, Sp.S(K); dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K), M.Sc (Stroke Med), FICA; dr. Rakhmad Hidayat, Sp.S(K); dr. Affan P. Permana, Sp.BS(K); Dr. dr. Al Rasyid, Sp.S(K); dan Prof. Dr. dr. Salim Harris, Sp.S(K), FICA.
“Penelitian ini meninjau kembali bagaimana karakteristik klinis dan hasil dari tindakan trombektomi mekanik,” tutur dr. Kevin.
Lebih lanjut dr. Kevin menjelaskan, “RSCM memiliki layanan unggulan code stroke. Pasien dengan stroke sumbatan yang memiliki indikasi kuat dapat dilakukan pemecahan bekuan darah dengan obat (trombolisis) atau diambil dengan alat (trombektomi mekanik). Gejala kesulitan bicara mendorong keluarga untuk membawa ke RS lebih cepat. Keterlambatan waktu menjadi pekerjaan rumah bersama agar pasien stroke dapat ditangani lebih cepat. Laporan ini menjadi penelitian trombektomi mekanik pertama yang mengangkat pasien stroke di Indonesia.”
Selamat atas prestasi yang diraih, semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi sivitas akademika FKUI lainnya. Maju terus FKUI!
(Humas FKUI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *