Info FKUIUncategorized

Ada 2 Kandungan Antiseptik Bisa Cegah ISPA Termasuk COVID-19, Ini Kata Dokter

#Liputanmedia

Jakarta -Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan penyakit yang sering dialami masyarakat khususnya di negara berkembang dan padat penduduk. ISPA mencakup beberapa penyakit yang kita kenal seperti rhinitis, flu, batuk, influenza, radang tenggorok, amandel, sinusitis, infeksi telinga, dan batuk rejan.

Menurut Ketua Divisi Laring Faring Departemen THT FKUI-RSCM, dr. Syahrial M. Hutauruk, Sp.THT-KL, secara anatomi, saluran napas atas dimulai dari lubang hidung hingga laring.

Namun, secara fisiologis dan histologis, saluran napas atas ini tidak terpisahkan. Kita sebut sebagai united airway, maksudnya penyakit di saluran napas atas juga akan pengaruhi saluran napas bawah. Begitu pun sebaliknya.

Penyebab ISPA sebagian besar (70 persen) disebabkan oleh virus, hanya 30 persen disebabkan oleh bakteri dan jamur. Untuk Bunda ketahui, ada 200 lebih virus yang menyebabkan ISPA, salah satunya adalah coronavirus, yang saat ini sedang berkembang.

“Ia (virus corona) kedua terbanyak saat ini penyebab penyakit saluran pernapasan atas,” jelas Syahrial di acara Webinar URT (Upper Respiratory Tract) Care dari Betadine: Proteksi Ekstra Hidung, Mulut dan Tenggorok di Masa Normal Baru via Zoom, Kamis (29/10/2021).

Cara penularannya bisa dengan berjabatan tangan, atau droplets dari pasien berbicara, batuk, dan bisa menempel di benda-benda sekitarnya.

Meskipun angka sudah mereda, Syahrial mewanti-wanti bahwa pandemi belum selesai dan tidak tahu kapan pandemi ini akan tuntas. Oleh karena itu penting untuk melakukan pencegahan karena memerlukan biaya yang relatif lebih murah, bahkan jauh lebih murah daripada mengobati, Bunda.

Syahrial kemudian menjelaskan dengan povidone iodine. Obat antiseptik berbentuk liquid satu ini sudah dikenal lama. Biasanya ditemukan pada obat kumur dan sabun cuci tangan. Karena sudah lama dan banyak yang meneliti, povidone iodine ini bisa secara efektif mencegah ISPA, Bunda.

EFEKTIVITAS POVIDONE IODINE

Manfaat povidone iodine adalah antibakteri, antivirus, dan antifungal. Manfaatnya memiliki spektrum yang luas, bisa mematikan berbagai bakteri, virus, termasuk berbagai jamur.

“Dan tentu saja, di pandemi ini, coronavirus pun bisa dimatikan dengan antiseptik ini,” katanya.

Lebih lanjut, Syahrial juga memaparkan hasil penelitian di laboratorium oleh Anderson, dkk. Hanya dengan menggunakan konsentrasi povidone iodine 1 persen, waktu pemaparannya 15 detik, sebanyak 99 persen virus itu bisa dimatikan, Bunda.

“Artinya, pembasmian virus bisa dilakukan dengan waktu yang cepat, dengan konsentrasi yang tidak terlalu tinggi.”

Penelitian lainnya oleh Tsuda, dkk., dijelaskan sedikit oleh Syahrial, mendapatkan hasil bahwa povidone iodine memiliki efek bakterisidal (mematikan bakteri) terhadap patogen mulut yang umum seperti Klebsiella pneumonia dan Streptococcus pneumonia, Bunda.

Kemudian tiga penelitian Eggers, dkk di 2018 dan 2019, menunjukkan bahwa povidone iodine memiliki aktivitas virusidal pada virus influenza, rotavirus, Ebola, HIV, adenovirus, polyomavirus, dan hepatitis A.

Povidone iodine dengan konsentrasi 0,23 persen dengan waktu aplikasi 15 detik juga dapat membunuh virus SARS dan MERS.

“Mencuci tangan dengan antiseptik mengandung povidone iodine efektif untuk mendekontaminasi kulit. Kumur oral dan gargle dengan povidone iodine mampu menurunkan viral load pada rongga mulut dan orofaring,” ujar Syahrial.

Selain povidone iodine, ada lagi Carrageenan yang juga efektif mencegah ISPA. Apa itu? Baca kelanjutannya di halaman berikut.

Selain povidone iodine, ada lagi Carrageenan yang juga efektif mencegah ISPA, Bunda. Syahrial menjelaskan, Carrageenan merupakan polisakarida alami yang diperoleh dari rumput laut merah.

Carageenan ini ternyata telah digunakan lebih dari 1.000 tahun untuk pengobatan batuk dan pilek secara tradisional, lho.

Sama seperti povidone iodine, Carrageenan punya efek antivirus, Bunda. Namun, Carrageenan biasanya ditemui dalam bentuk obat semprot hidung (nasal spray).

Cara kerjanya yaitu Carrageenan disemprotkan ke rongga hidung. Ia akan membentuk lapisan mucoadhesive di rongga hidung. Lapisan kental tersebut membuat partikel virus terperangkap dan mencegah virus menempel pada sel mukosa hidung.

Efektivitas Carrageenan ini sudah dibuktikan lewat uji in vitro dan in vivo. Salah satu kesimpulan berdasarkan data uji klinik, ditarik kesimpulan bahwa Iota-Carrageenan nasal spray itu mampu mempersingkat durasi ISPA sampai dengan dua hari.

Sumber berita: https://www.haibunda.com/…/ada-2-kandungan-antiseptik…