Mengenal Alat Bantu Pernapasan HFNC untuk Pasien Covid-19

#LiputanMedia

KOMPAS.com – Ilmuwan Indonesia sudah mengembangkan alat bantu pernapasan High Flow Nasal Cannula (HFNC) untuk membantu penanganan pasien Covid-19.
Adalah tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Indonesia (UI) yang mengembangkan alat HFNC. LIPI berhasil mengembangkan alat yang diberi nama Gerlink
LIPI High Flow Nasal Cannula-01 (GLP HFNC-01) pada Juni 2020. Sementara UI berhasil mengembangkan HFNC pada Januari 2021.
Pada dasarnya, HFNC yang dikembangkan LIPI maupun UI bertujuan untuk membantu pasien Covid-19 tahap awal.
HFNC yang dikembangkan LIPI
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Agus Haryono menyatakan, GLP HFNC-01 dimaksudkan membantu layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan alat yang dapat membantu menangani gangguan pernafasan pada pasien Covid-19.
“Alat yang juga dikenal sebagai High Flow Nasal Cannula (HFNC) adalah yang pertama berhasil lolos uji dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2020).
LIPI melakukan riset untuk inovasi ini sejak April 2020, yang kemudian berhasil menghasilkan produk nasal cannula atau alat bantu pernafasan untuk menyalurkan oksigen melalui selang yang bening transparan dan lentur.
Ketua Kelompok Penelitian Otomasi Industri Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Hendri Maja Saputra, menyatakan secara teknis sistem kerja alat ini adalah aliran tinggi menggunakan sistem tabung venturi yang berbasis pada penyempitan aliran masuk.
Menurutnya, alat ini sangat berguna untuk pasien positif Covid-19, maupun yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), sebagai bantuan tahap awal jika pasien masih dalam kondisi dapat bernafas sendiri.
“Alat ini mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif,” kata Hendri.
HFNC yang dikembangkan UI
Pada Januari 2021, Universitas Indonesia juga mengumumkan keberhasilannya mengembangkan alat bantu pernapasan High Flow Nasal Cannula (HFNC) untuk membantu penanganan pasien Covid-19 di Indonesia yang rentan mengalami hipoksia.
Alat HFNC ini dikembangkan oleh tim dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan RSUP Persahabatan dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
“Alat ini bekerja dengan memanfaatkan prinsip high flow oxygen therapy dan ditujukan untuk penanganan pasien positif Covid-19 tahap awal,” kata Dekan FTUI, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono dalam keterangannya.
Seperti dilaporkan kantor berita Antara, 22 Januari 2021, alat bantu pernapasan HFNC merupakan alat terapi oksigen aliran tinggi.
Metode terapi oksigen aliran tinggi (High Flow Oxygen Therapy, HFOT) merupakan salah satu metode non-infasif yang dapat digunakan untuk membantu pernapasan pasien Covid-19 tahap awal.
Salah satu cara untuk mengantarkan oksigen aliran tinggi ke pasien adalah dnegan canula hidung atau nasal cannula. Cara kerja alat ini memanfaatkan prinsip HFOT yang sering disebut sebagai HFNC.
Indonesia masih mengandalkan bahan baku impor dan belum ada produk HFNC yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Cara kerja HFNC
Anggota tim pengembangan HFNC UI, Dr. Ing. Ridho menjelaskan, HFNC bekerja dengan cara mengalirkan udara dnegan kadar oksigen tinggi (21-100 persen) dan debit aliran sampai dengan 60 liter per menit. Aliran oksigen dengan kecepatan tinggi ini dlewatkan pada ruang pemanas hingga mengalami kenaikan kelembapan (Relative humidity, RH) serta temperatur hingga mencapai suhu tubuh pasien.
“Penyesuaian kelembapan dan temperatur terhadap kondisi pasien ditujukan untuk menjaga kenyamanan pasien,” kata Ridho.
Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam sangat mengapresiasi pembuatan alat HFNC, mengingat infeksi Covid-19 membuat penderita rentan mengalami hipoksia atau kondisi kurangnya oksigen dalam tubuh.
“Sehingga dalam kondisi hipoksia, terapi oksigen tambahan dibutuhkan,” ujar Ari.
Diberitakan Kompas.com edisi 19 Januari 2021, demonstrasi dan unjuk fungsi alat bantu pernapasan HFNC tersebut dilakukan pada 7 Januari 2021 di Gedung Pusat Simulasi Respirasi RSUP Persahabatan.
Dari hasil demo dan unjuk fungsi yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa hal yang akan dilakukan untuk percepatan pengerjaan HFNC hingga bisa digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *