Jaga Bayi Anda, Jangan Dulu Dijenguk Orang Tak Serumah, Berbahaya!

#LiputanMedia

KOMPAS.com – Di media sosial, sebuah unggahan membagikan kisah seorang bayi berusia 29 hari meninggal dunia karena Covid-19.

Bayi ini dinyatakan positif Covid-19 setelah dikunjungi keluarga besar yang menjenguknya.

Bukan hanya sang bayi, belasan anggota keluarga lainnya juga positif Covid-19, termasuk kedua orangtua bayi itu.

Unggahan itu dibagikan oleh sebuah akun di Instagram pada Jumat (9/7/2021), dan dibagikan ulang oleh sejumlah akun lainnya. Dari peristiwa ini, orangtua maupun orang dewasa lainnya diminta untuk melindungi bayi dan anak-anak mereka untuk membatasi interaksi dengan orang yang tak serumah.

Jangan izinkan orang lain menjenguk

Dokter spesialis kesehatan anak dari FKUI-RSCM, dr. Nina Dwi Putri, Sp. A (K), MSc mengatakan, sudah seharusnya para orangtua melakukan hal tersebut.

Daya tahan tubuh bayi belum terlalu baik sehingga para orangtua sebaiknya tidak memasukkan orang lain selain keluarga inti ke kediamannya.

“Orangtua enggak boleh masukin keluarga bukan keluarga inti yang serumah ke dalam rumah. Anggap saja semua di sekitar kita ini adalah OTG, orang tanpa gejala yang bisa positif Covid-19 kapan saja,” kata dokter Nina kepada Kompas.com, Sabtu (10/7/2021).

“Jadi kalau orang enggak serumah, ya jangan diizinkan masuk atau menjenguk, sebaiknya seperti itu karena daya tahan tubuh bayi belum bagus,” lanjut dia.

Dengan daya tahan tubuh yang belum terlalu baik itu, bayi akan mudah terkena penyakit apa pun jika terinfeksi bakteri atau virus, bukan hanya Covid-19.

Tak perlu sungkan!

Nina juga mengingatkan para orangtua untuk tak merasa tak enak hati atau sungkan untuk melarang orang lain sekalipun itu dari keluarga besar yang ingin menjenguk buah hatinya.

“Orangtua bisa banget tidak mengizinkan, justru kalau yang maksa-maksa itu yang enggak benar. Cukup kirim saja hadiah untuk bayi ke rumah, enggak pake ngejenguk,” kata Nina.

Menurut Nina, sebenarnya bukan karena ada bayi atau tidak, pada situasi sekarang saling berkunjung sebaiknya tidak dilakukan, kecuali antara keluarga inti yang serumah.

Faktanya, masih ada yang beranggapan apabila masih termasuk saudara, maka semuanya aman dan baik-baik saja.

“Justru klaster keluarga itu yang bikin masalah. Merasa masih keluarga, saling berkunjung akhirnya satu keluarga terdampak semua,” kata Nina.

Sumber berita:┬áSumber berita: https://www.kompas.com/…/jaga-bayi-anda-jangan-dulu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *