Duh! Mayoritas Penyintas Alami Long COVID, tapi Siapakah yang Paling Rentan Terjangkit?

#Liputanmedia

INDOZONE.ID – Lebih dari 50 persen penyintas Corona mengalami gejala berkepanjangan atau biasa dikenal dengan long COVID. Pemicunya diyakini akibat sindrom pernapasan akut parah yang berdampak pada banyak organ.

Sehingga tidak sedikit penyintas COVID-19 yang mengalami sejumlah gejala parah pasca terpapar. Bahkan menurut studi yang dilakukan RSUP Persahabatan Jakarta, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), fenomena long COVID di Indonesia cukup tinggi.

Di mana berdarkana hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal bertajuk ‘Clinical characteristics and quality of life of persistent symptoms of COVID-19 syndrome in Indonesia’ terungkap bahwa 66,5 persen dari 385 responden yang dianalisis mengalami keluhan long COVID.

“Hasil penelitian dari total responden awalnya ada 410 subjek, tapi ternyata banyak yang tidak bisa kita olah (datanya), karena pengisian (data) tidak lengkap. Sehingga responden yang memiliki kriteria kondisi sepenuhnya adalah 385 orang,” ucap Direktur Utama RSUP Persahabatan Jakarta Agus Dwi Susanto saat konferensi pers daring long COVID-19, Senin (18/7/2022).

Lebih lanjut diketahui risiko long COVID-19 atau gejala yang menetap lebih panjang banyak ditemukan pada usia yang lebih tua, penyakit penyerta, keparahan klinis lebih tinggi, perawatan di rumah sakit, pneumonia, hingga mereka yang membutuhkan terapi oksigen.

Selain itu, pasien juga biasanya merasakan gejala long COVID selama 2 bulan setelah dinyatakan negatif dari virus Corona. Sehingga sangat mempengaruhi kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari.

“Gejala merupakan gejala yang baru yang sebelumnya pasien recovery, perbaikan dari episode COVID-19 yang akut dan gejalanya bisa naik, bisa turun, bisa hilang tapi muncul lagi,” tutur Dr dr Fatiyah Isbaniah, Sp.P(K), KSM Paru, Divisi Infeksi RSUP Persahabatan.

Adapun menurut Fatiyah, kelompok yang paling rentan terkena long COVID sebenanrya adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun, kelompok yang mengalami keparahan fase akut COVID-19, dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Beberapa komorbid tersebut, misalnya seperti hipertensi, obesitas, kondisi psikiatrik yang mendasari hingga penyakit imunosupresif.

“Ini faktor risiko, artinya orang-orang dengan populasi seperti ini memiliki kecenderungan untuk terjadinya sindrom pasca COVID-19, yaitu usia di atas 50 tahun, komorbid semakin banyak semakin rentan terjadinya sindrom pasca COVID-19, adanya hipertensi, obesitas, kondisi psikiatrik yang mendasari, penyakit imunosupresif misalnya penggunaan kortikosteroid jangka panjang, dan tingkat keparahan fase akut COVID-19,” bebernya.

 

sumber berita: https://www.indozone.id/health/RMsvWO0/duh-mayoritas-penyintas-alami-long-covid-tapi-siapakah-yang-paling-rentan-terjangkit/read-all