Info FKUIUncategorized

Faktor Penyebab Kelahiran Prematur dan Cara Mencegah

#LiputanMedia

Jakarta, CNN Indonesia — Melahirkan bayi prematur merupakan salah satu ketakutan serta kekhawatiran para ibu hamil. Berikut ragam faktor penyebab kelahiran prematur dan cara mencegah.
Kelahiran prematur terjadi karena ada peningkatan aktivitas kontraksi sehingga menyebabkan persalinan sebelum waktunya.

Bayi dikatakan prematur bila lahir saat usia kehamilan ibu kurang dari 37 minggu. Dikatakan cukup bulan bila bayi lahir saat usia kehamilan ibu berada di 37 hingga 40 minggu.

Dokter spesialis kandungan FKUI RSCM, Sigit Purbadi mengatakan ada beberapa faktor penyebab kelahiran prematur.

“Penyebab terbanyak infeksi mulut rahim, hamil kembar dua atau lebih, hamil dengan tekanan darah tinggi atau preeklamsi-eklamsia, serta hamil dengan kencing manis,” katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (6/8).

Untuk mencegah kelahiran prematur terjadi, Sigit menyarankan untuk melakukan perbaikan nutrisi serta rutin melakukan pemeriksaan.

“Asuhan kehamilan sedini mungkin di puskesmas dan teratur sampai melahirkan,” ujarnya.

Terkait kecukupan gizi, ia mengatakan bahwa beberapa hal yang perlu dipenuhi antara lain asupan protein seperti ikan, telur, dan daging, lalu sayuran segar, serta susu.

Sebelumnya, dokter spesialis kandungan, Benny Johan Marpaung juga memaparkan tiga cara untuk mencegah kelahiran prematur. Pencegahan itu dapat dilakukan secara primer, sekunder, dan tersier.

Pertama, pencegahan primer dilakukan dengan mencegah faktor risiko terjadinya persalinan prematur. Benny menyebut faktor risiko yang meningkatkan kelahiran prematur di antaranya merokok, konsumsi obat-obatan, alkohol, dan nutrisi yang tidak mencukupi.

“Dengan menghindari beberapa hal tersebut serta memenuhi kecukupan nutrisi dapat mencegah kelahiran prematur,” ucap Benny kepada CNNIndonesia.com, 2019 silam.

Konsumsi asam folat 6 bulan atau setahun sebelum kehamilan juga dapat mengurangi risiko kelahiran prematur. Selain itu, asupan multivitamin atau mikronutrien juga harus dipastikan terpenuhi.

Pencegahan premier ini juga bisa dilakukan dengan tidak melakukan pekerjaan pada shift malam, bekerja tidak lebih dari 42 jam sepekan, dan tidak berdiri terlalu lama atau lebih dari 6 jam. Ibu hamil juga disarankan menghindari berat badan yang ekstrem.

Kedua, pencegahan sekunder dilakukan saat gejala klinis belum terlihat nyata, tapi beberapa hal mulai menunjukkan keadaan tidak normal. Misalnya, infeksi pada vagina seperti keputihan yang berulang, gatal, dan berbau.

Saat calon ibu mengalami hal ini, Benny menyarankan agar segera memeriksakan ke dokter kandungan supaya bisa segera diobati. Pasalnya, infeksi keputihan ini merupakan salah satu penyebab pecahnya ketuban dan bisa mengakibatkan kelahiran prematur.

Ketiga, pencegahan tersier dilakukan saat gejala klinis terlihat nyata. Biasanya, hal ini terjadi beberapa jam jelang kelahiran prematur.

Benny menyebut dokter akan melakukan beberapa tindakan untuk menunda kelahiran dengan tujuan memberi kesempatan untuk memperbaiki kualitas janin.

“Contohnya mematangkan kondisi paru. Ini untuk mencegah masalah kesehatan yang timbul saat bayi lahir prematur,” ujar Benny

Itulah faktor penyebab kelahiran prematur dan cara pencegahannya.