Sampaikan Ide Tentang Penanggulangan Tunawisma, Mahasiswa FKUI Toreh Prestasi di Thailand

#LiputanMedia

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang internasional. Kali ini, mahasiswa FKUI Kelas Internasional angkatan 2017, Edward Christopher Yo, berhasil menjadi 1st Runner Up pada kompetisi ASEAN Youth Speech Contest yang diadakan oleh Thailand Sustainability Expo (TSX) 2020 di Samyan Mitrtown, Bangkok, pada tanggal 1-4 Oktober yang lalu.
TSX 2020 adalah konferensi tingkat ASEAN yang mempertemukan para ilmuwan, penggagas startup teknologi, pebisnis, diplomat, pakar berbagai bidang, serta masyarakat umum untuk bertukar pendapat mengenai masalah yang dihadapi bersama.
Tahun ini, TSX 2020 memusatkan perhatiannya pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Perlombaan pidato yang merupakan bagian dari TSX 2020 mengusung tema “Sufficiency for Sustainability”, di mana setiap peserta diminta memaparkan pendapat serta ide mereka tentang masalah-masalah terbesar di dunia saat ini, mulai dari tingkat kemiskinan sampai kesetaraan gender.
Melalui kompetisi pidato tersebut, generasi muda dari seluruh negara ASEAN diajak untuk menyuarakan isi pikiran mereka serta turut berpartisipasi aktif dalam pemecahan masalah dunia.
Tercatat ada 163 yang mengikuti kompetisi ini. Edward dinyatakan lolos ke babak final bersama beberapa pemuda ASEAN lainnya. Namun, karena ada pembatasan bepergian akibat pandemi COVID-19, Edward beserta beberapa finalis dari luar Thailand menyampaikan gagasan atau pidato mereka secara daring.
Topik yang diangkat oleh Edward adalah masalah tunawisma di berbagai negara dan bagaimana cara menanggulanginya. Ia membawakan pidato online selama 5 menit dengan judul “Sufficiency for Sustainability: Eliminating Homelessness as One Society”.
Materi atau ide pidato yang baik, serta penampilan yang percaya diri dan penguasaan bahasa inggris yang mumpuni, diyakini menjadi kunci hingga akhirnya Edward berhasil dinyatakan sebagai 1st Runner Up oleh para juri.
Kepada Humas FKUI, Edward menceritakan alasannya membawakan pidato tentang masalah tunawisma di dunia. “Menjadi mahasiswa kedokteran bukan berarti saya hanya peduli dengan masalah kesehatan. Kita harus menjadi global citizens yang peka. Pada suatu kesempatan, saya pernah berkunjung ke beberapa negara di mana banyak sekali orang-orang yang tidur tanpa alas di jalanan, tanpa uang, dan tanpa perhatian dari penduduk lainnya. Negara-negara ini disebut negara maju, tapi yang saya perhatikan adalah adanya permasalahan tunawisma di dalam negara-negara ini yang sangat kentara,” ujar Edward.
Lebih lanjut Edward mengatakan, “Tidak hanya negara maju, negara berkembang seperti Indonesia pun juga mengalami masalah yang sama. Yang menjadi masalah adalah sikap sebagian dari kita sebagai masyarakat yang masih apatis dan tidak ada keinginan membantu tunawisma.”
Edward juga bercerita bahwa beberapa bulan lalu, Ia berkolaborasi dengan 5 pemuda dari Spanyol, Swedia, Inggris, Belgia, dan Saudi Arabia dalam mengusulkan ide inovatif bernama “Home with Hope”, sebuah perpaduan antara aplikasi digital dan offline activities. Ide yang lahir sebagai salah satu solusi tentang penanggulangan masalah tunawisma di dunia. Ide inilah yang menjadi poin unggulan Edward dalam isi pidatonya.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB menyambut gembira prestasi ini dan menyampaikan apresiasinya. “Pencapaian yang diraih oleh Edward membuktikan bahwa anak muda juga dapat memberikan kontribusi dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat sekalipun di tengah pandemi. Pandemi bukanlah penghalang untuk berkarya, tetapi justru momentum bagi kita untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar dan menemukan peran diri dalam masyarakat.”
Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Edward, karena prestasi dan ide yang disampaikan dalam kompetisi ASEAN Youth Speech Contest ini membuat dirinya dihubungi oleh beberapa petinggi organisasi di ASEAN untuk bertukar ide dan mengambil peran dalam merealisasikan SDGs dari sudut pandang anak muda.
Di akhir pidato yang disiarkan melalui Facebook Live TSX 2020, Edward mengatakan “Just like Mahatma Gandhi once said, the true measure of any society is in how it treats its most vulnerable members.” Ia berharap berbagai kemajuan yang ada di seluruh dunia dapat juga dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. “Semua anggota masyarakat berhak hidup sejahtera. Oleh karena itu, saya rasa sudah saatnya kita memikirkan lebih banyak ide tentang bagaimana cara membantu sesama, contohnya para tunawisma. Apalagi Indonesia kan dijuluki sebagai negara gotong royong,” tutup Edward.
Selamat kepada Edward Christopher Yo atas prestasi yang diraih. Semoga mampu menjadi motivasi bagi sivitas UI dan FKUI lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi selama pandemi.
(Humas FKUI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *