Salah! Dokter Tegaskan Santan Bukan Pantangan untuk Hepatitis

#LiputanMedia

Jakarta – Santan seringkali menjadi kambing hitam untuk beberapa penyakit serius, salah satunya penyakit hati atau liver seperti hepatitis. Banyak yang menghindari santan dalam bentuk apapun dengan alasan agar tidak memperburuk kondisi.

Akan tetapi, dipaparkan oleh Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, konsultan gastroenterologi hepatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), sesungguhnya santan bukanlah pantangan bagi pasien dengan penyakit liver. Bahkan ia dan tim pada beberapa tahun lalu telah melakukan penelitian yang menunjukkan santan mampu memberikan nutrisi tambahan bagi para pasien tersebut.

dr Rino menjelaskan bahwa penelitian ini awalnya didasari oleh banyaknya pasien pengidap penyakit liver yang sudah lanjut kekurangan gizi karena banyak hal. Salah satunya adalah kemampuan tubuhnya untuk menahan zat karbohidrat atau kalori menjadi berkurang.

Kemampuan tubuh tersebut berperan besar sewaktu pasien tidur di malam hari. Tidak ada asupan yang masuk saat tidur lebih dari 8 jam, maka kalori akan dibakar terus-menerus termasuk juga cadangan-cadangan kalori si pasien.

“Ditambah lagi dengan stigma-stigma orang sakit liver itu nggak boleh makan ini, nggak boleh itu. Di antaranya juga santan nggak boleh. Padahal di santan itu sebenarnya mempunyai kandungan yang bagus untuk kesehatan,” lanjutnya, Minggu (28/7/2019).

Santan memiliki kandungan medium chain triglycerides atau asam lemak rantai menengah yang cukup banyak. dr Rino menjelaskan bahwa asam lemak rantai menengah ini kurang dimetabolisme di hati sehingga menguntungkan untuk yang berpenyakit hati karena beban ke hati itu berkurang, maka asam lemak ini bisa digunakan untuk nutrisi.

Penelitian tersebut dilakukan pada pasien-pasien yang memiliki riwayat penyakit liver cukup lama dan hasilnya santan cukup baik dalam memperbaiki nutrisi pasien tersebut. Santan yang diberikan adalah santan segar yang belum diolah, diberikan dengan dicampur pada puding atau ditambah gula merah.

“Santan bagi pasien penyakit hati bukan pantangan. Dan santan ini bisa ditemukan di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke ada banyak kelapa. Jadi nggak ada masalah. Namun belum diteliti lebih lanjut pada santan yang sudah diolah menjadi makanan seperti opor, apakah menjadi nutrisi yang bermanfaat,” pungkasnya.

 

Sumber berita: https://health.detik.com/…/salah-dokter-tegaskan-santan-buk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *