Penampakan Polip di Lambung Akibat Minum Obat Maag Tanpa Aturan Dokter

#LiputanMedia

JawaPos.com – Masyarakat diminta bijaksana mengonsumsi obat. Jangan sembarangan tanpa aturan dokter. Sebab akibatnya bisa fatal. Salah satunya jika berlebihan atau sembarangan mengonsumsi obat asam lambung tanpa saran dokter.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari Fahrial Syam, menjelaskan dalam 3 minggu berturut-turut ia menemukan kasus polip lambung dan hasil pemeriksaan biopsi menunjukan suatu Fundic Gastric Polyps. Semua polip yang terdeteksi diambil (polipektomi) melalui endoskopi.
“Indikasi pasien ini dilakukan endoskopi karena mengalami sakit maag yang bolak-balik kambuh dan tetap mengonsumsi obat penekan produksi asam lambung,” kata Prof Ari kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Fundic gastric polyps adalah suatu lesi jinak di lambung. Prof Ari memahami salah satu dampak pandemi buat masyarakat mereka takut datang ke RS, akibatnya mereka yang punya sakit kronis misal gangguan lambung akan mengobati dirinya sendiri.
“Gangguan lambung berhubungan erat dengan masalah stress. Pandemi ini untuk sebagian orang sungguh menakutkan, sehingga mereka bisa bertahan untuk menahan sakitnya atau mengobati dirinya sendiri karena takut berobat ke dokter atau rumah sakit,” tegasnya.
Memang untuk kasus-kasus sakit lambung, kata Prof Ari, jika kita kebetulan sedang kambuh, penggunaan obat penekan asam lambung misal obat penghambat pompa proton bisa mengurangi keluhan bahkan menghilangkan keluhan. Obat penghambat pompa proton yang saat ini beredar di Indonesia antara lain omeprazole, lansoprazole, pantoprazole, esomeprazole, rabeprazole.
“Pasien kadang kala mengonsumsi obat ini secara terus menerus tanpa aturan dari dokter,” tuturnya.
Menurut Prof Ari obat penghambat pompa proton ini akan menekan sel parietal di lambung untuk memproduksi asam lambung. Jika proses penekanan secara jangka panjang akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologi berupa peningkatan hormon gastrin dan kromogranin A dan perubahan hormonal ini akan merangsang terjadinya proliferasi dari fundic gland.
“Saya rasa kita harus mengambil hikmah dari kasus-kasus ini bahwa masyarakat harus bijaksana dalam mengonsumsi obat, apalagi jika obat akan dikonsumsi dalam jangka panjang. Oleh karena itu tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan untuk penggunaan obat itu jangka panjang,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *