Pakar Ingatkan Pemerintah Tak Telat Terapkan PPKM Jika Kasus Omicron Naik

#Liputanmedia

TEMPO.COJakarta – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tjandra Yoga Aditama mengatakan ada beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk menghadapi kasus Covid-19 varian Omicron. Menurut dia, peran serta masyarakat dengan pemerintah perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran varian Omicron di Indonesia.

Tjandra menjelaskan langkah pertama ialah perlu adanya akselerasi vaksinasi terutama untuk kelompok lansia. Hal ini perlu diperhatikan mengingat, menurut dia, sekitar 66,67 persen lansia di Indonesia belum disuntik vaksin Covid-19.

Kedua adalah meningkatkan tes, baik PCR maupun sekuens genomik secara luas dan sistematis. Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah memberlakukan pembatasan sosial (PPKM) secara cermat dan tepat.

“Kalau ada peningkatan kasus Omicron secara cepat, maka jangan sampai terlambat menetapkan pembatasan sosial,” ujar Tjandra pada Kamis 16 Desember 2021.

Selain melakukan upaya penanggulangan, mantan Direktur WHO kawasan Asia Tenggara ini menilai pemerintah perlu melakukan pencegahan. Upaya itu dilakukan dengan cara menelusuri secara komprehensif kontak pasien Omicron pertama.

“Kita juga perlu melihat apakah sudah terjadi community transmission pada kasus Omicron. Terlebih jika kasus yang positif tidak ada riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit Omicron,” ujar Tjandra.

Adapun bagi masyarakat, Tjandra mengingatkan agar selalu menjaga pola hidup sehat dengan ada atau tidaknya kasus di sekitar lingkungan mereka. Selain itu juga ia mewanti-wanti agar waspada terhadap kabar-kabar tidak benar seputar Covid-19.

Pemerintah sudah mengumumkan temuan kasus Omicron pertama di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyatakan pasien pertama Covid-19 dari varian Omicron ialah petugas kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Sumber berita: https://nasional.tempo.co/…/pakar-ingatkan…/full&view=ok