Karya Ilmiah Mahasiswa FKUI Juarai Kompetisi Internasional

#Liputanmedia

Karya ilmiah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berjudul “Performance of Glial Fibrillary Acidic Protein as A Biomarker for Mild Traumatic Brain Injury Among Children: A Systematic Review and Meta-Analysis of Cohort Studies” menjadi yang terbaik setelah dinobatkan sebagai Juara 1 International Scientific Poster pada ajang Asian Medical Students’ Conference (AMSC) 2021: London, United Kingdom tanggal 5-11 Juli 2021 yang lalu.    Delegasi mahasiswa FKUI berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan tim finalis dari Inggris, Jepang, Korea Selatan, India, dan Thailand.

Tim yang terdiri dari Ade Gautama (FKUI 2018), Gideon Hot Partogi Sinaga (FKUI 2018), dan Muhammad Kevin Ardian (FKUI 2018) mengikuti kompetisi tersebut sebagai perwakilan dari AMSA-Indonesia. Mereka terpilih setelah sebelumnya berhasil menjadi juara di tingkat nasional (baca juga: Tim Mahasiswa FKUI Juara 1 National Scientific Poster PCC AMSC 2021).

“Puji Tuhan, setelah tim kami terpilih menjadi juara 1 pada tingkat nasional dan mewakili AMSA-Indonesia di AMSC 2021 yang berlangsung di London, kami dapat sekali lagi mengharumkan nama FKUI, UI, dan Indonesia. Kami berharap, segala karya dan prestasi yang kami raih di ajang Internasional ini dapat memudahkan aplikasi manajemen dan meningkatkan kesadaran akan gegar otak yang dapat menurunkan kemampuan kognitif anak jika terabaikan,” tutur Gideon Hot Partogi Sinaga kepada HUMAS FKUI.

Karya yang disusun oleh para mahasiswa tersebut berfokus pada manajemen mild traumatic brain injury (mTBI) atau gegar otak yang seringkali terabaikan pada anak-anak. Dalam presentasinya mereka menjabarkan bahwa deteksi mTBI itu membutuhkan pemeriksaan CT-Scan sebagai gold-standard. Namun, kebanyakan anak-anak menunjukkan hasil negatif atau tidak terdeteksi dan baru diketahui setelah berkali-kali pemeriksaan CT-Scan sehingga dapat meningkatkan biaya, paparan radiasi, dan risiko kanker.

Sebuah penelitian yang dilakukan Brunkhorst dan tim yang telah dipublikasikan di Translational Stroke Research pada tahun 2010 mengatakan bahwa Glial Fibrillary Acid Protein (GFAP) adalah protein astrosit yang kadarnya dapat meningkat di dalam darah pada kejadian cedera kepala mekanik seperti mTBI. Oleh karena itu, dalam penelitian yang para mahasiswa FKUI lakukan diperoleh kesimpulan bahwa  deteksi GFAP di dalam darah berpotensi menggantikan pemeriksaan standar CT-Scan, khususnya pada anak-anak. Selain itu, sensitivitas GFAP juga mengalahkan biomarker otak lainnya seperti S100B.

AMSC merupakan konferensi mahasiswa kedokteran internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Asian Medical Students’ Association International (AMSA-International). Pada tahun ini, AMSC pertama kali dilakukan secara virtual dengan tuan rumah penyelenggara adalah AMSA-United Kingdom di London, UK.

Setiap tahunnya, acara ini mengangkat suatu isu kesehatan tertentu untuk dianalisis secara mendalam dan komprehensif dengan tujuan meningkatkan partisipasi mahasiswa secara aktif dalam meningkatkan kesehatan global. Tahun ini, AMSC mengangkat tema Trauma care : Same Problems with Different Solutions yang diikuti lebih dari 300 mahasiswa kedokteran dari seluruh dunia.

Sumber berita: https://fk.ui.ac.id/…/karya-ilmiah-mahasiswa-fkui…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *