Kandungan dalam Menu MPASI Ini Baik untuk Cegah Stunting pada Anak

#Liputanmedia

Parapuan.co – Tengkes atau stunting pada anak masih menjadi masalah yang harus ditangani di Indonesia.
Salah satu penyebab adanya stunting yakni kurangnya asupan gizi pada anak.
Dokter Spesialis Anak dan Guru Besar FKUI Prof dr Damayanti Rusli Sjarif mengatakan masih banyak kendala yang ditemui di masyarakat, salah satunya adalah MPASI yang diberikan kepada anak.
dr. Damayanti mengatakan bahwa masih banyak makanan tidak tepat dalam MPASI.
Menurutnya, pemberian MPASI yang dilakukan masih banyak yang salah.
“Kita bisa lihat di sosial media. Dikasih buah-buahan, pure, dalam 14 hari. Kita sudah kehilangan (protein hewani),” katanya dalam webminar Kompas Talks : Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan pada Rabu (26/1/2022).
Ditambahkan olehnya bahwa belum banyak yang memahami bahwa bayi seharusnya tetap harus mendapatkan protein hewani.
Dalam hal ini, dr. Damayanti mengatakan bahwa komposisi MPASI yang baik itu serupa dengan ASI yang memiliki kandungan baik bagi otak.
“Kalo kita melihat MPASI yang baik itu lihatlah komposisi dari ASI. Karena itu, Tuhan sudah mengajarkan kita itu komposisi yang sesuai dengan otak,” paparnya.
Zat yang dibutuhkan dalam MPASI sendiri adalah protein hewani.
Protein hewani ini bisa dijumpai dari bahan makanan yang berasal dari hewan, seperti telur, ayam, dan ikan.
“Telur, itu sudah dibuktikan di beberapa negara ternyata berhasil. Ada telur, ayam, ikan,” sebut dr. Damayanti.
Selain itu, dr. Damayanti juga menyebut susu adalah bahan yang baik untuk MPASI dan mengandung protein hewani.
Dalam memberi susu juga harus diperhatikan, Kawan Puan.
“Susu yang mana? Susu biasa? Atau susu anak-anak? Tapi itu tidak boleh diberikan di bawah satu tahun, kalau sudah di atas satu tahun,” katanya.
Berdasarkan penelitian dari litbang.kemenkes, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen.
Angka ini sudah menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, capaian angka ini belum cukup, Kawan Puan.
Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI Dr Dhian P Dipo MA mengatakan bahwa artinya 1 dari 4 anak mengalami stunting.
“Hasil survei status gizi indonesia bahwa saat ini di 2021 itu prevalensi kita 24,4 persen. Artinya 1 dari 4 anak kita itu stunting,” kata Dhian.
Pemerintah menargetkan penurunan stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.
Untuk mewujudkannya, Dhian mengemukakan diperlukan kerja bersama dari banyak pihak agar mencapai target yang telah digariskan.
“Nah, ini memang masih menjadi hal yang mesti kita kerjakan dengan serius dan bersama karena di tahun 2024 Pak Presiden minta kita bisa menurunkan menjadi 14 persen. Artinya kita memang harus kerja sama, kerja keras, dan kerja nyata,” ujarnya.
Untuk itu, pemberian MPASI harus memperhatikan nutrisi dan bahan tertentu.
Dengan memberikan menu MPASI yang tepat, risiko stunting pada anak bisa berkurang. (*)