Jangan Ada ‘Kusta’ di Antara Kita

#LiputanMedia

Jakarta – Kusta terdengar penyakit lama yang hingga sekarang belum bisa dimusnahkan di seluruh wilayah Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae ini bisa menular, namun penularannya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Salah satu Komite Ahli Eliminasi Kusta sekaligus dokter kulit dari Divisi Dermatologi Infeksi Tropika Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Dr dr Sri Linuwih Menaldi SW, SpKK(K) mengatakan bahwa bakteri tersebut mudah mati dan hanya dapat bertahan di suhu sekitar 37 derajat celsius.

“Dia bisa hidup harus di dalam sel yang hidup, tidak bisa ditarik di media buatan,” katanya saat ditemui di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

“Lama proses penularannya betul-betul membutuhkan waktu 3-5 tahun. Dan harus kontak erat, minimal bersama dalam satu rumah selama 3 bulan berturut-turut atau minimal 20 jam per minggunya,” lanjut dokter yang disapa Dini itu.

Bagaimana jika kita tinggal dalam satu rumah dengan pasien kusta? dr Dini menegaskan untuk tidak menjauhinya, namun memberi dukungan untuk melakukan pengobatan karena pada dasarnya kusta bisa disembuhkan asal melakukan pengobatan secara disiplin.

“Lalu kita mau mengucilkan dirinya? Nggak ada gunanya, karena mungkin kita kemasukan bakteri yang sama 3-5 tahun lalu. Yang penting diobati,” tegasnya.

Ada kemungkinan yang tinggal satu rumah dengan pasien kusta juga terinfeksi bakteri yang sama, maka dari itu segeralah melakukan skrining di fasilitas kesehatan terdekat, misal puskesmas atau rumah sakit.

Namun setiap orang memiliki 95 persen kekebalan tubuh melawan bakteri tersebut. Jika daya tahan tubuh dalam kondisi prima dan menerapkan gaya hidup sehat, kemungkinan untuk terinfeksi pun kecil.

 

Sumber berita: https://health.detik.com/…/…/jangan-ada-kusta-di-antara-kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *