Gejala Batu Ginjal dan Cara Mengobatinya

#LiputanMedia

 

Jakarta: Kamu perlu waspada terhadap batu ginjal. Sebab, penyakit ini bisa membuatmu mengalami gagal ginjal.

Riskesdas pada 2013 menunjukkan, sebanyak 6 per 1000 penduduk atau 1.499.400 penduduk Indonesia menderita Batu Ginjal. Pada 2013, sebanyak 2 per 1000 penduduk atau 499.800 penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal.

Untuk menghindarinya, kamu perlu untuk deteksi dini. Kamu bisa memulainya dengan mengenali gejala batu ginjal.

Dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), Ph.D, Dokter spesialis urologi FKUI- RSCM menjelaskan bahwa kamu perlu waspada bila menemukan beberapa gejala seperti:
– Nyeri pinggang hilang timbul tanpa dipengaruhi gerakan.

– Kencing warna merah atau,

– Kencing darah.

– Kencing keruh berpasir.

– Keluar batu kecil dari kencing

Menurut dr. Ponco, batu bisa semakin lama membesar hingga berbentuk seperti tanduk rusa bila tidak diatasi. Kondisi ini disebut dengan staghorn stone.

“Dan bila sudah lanjut karena infeksi, ada demam dan nyeri saat berkemih,” jelas dr. Ponco.

Penanganan batu ginjal berbeda-beda. Ini dapat dilihat dari besar batu yang ada. Di antaranya:

1. Batu kecil

Batu dengan ukuran kecil bisa dibantu untuk dikeluarkan dengan menggunakan obat.

“Kalau ada orang sakit batu yang letaknya di ginjal, ureter, saluran kemih misalnya dan ukurannya masih kecil 5 milimeter, itu dikasih obat. Itu Insha Allah keluar sendiri,” ungkapnya.

2. Batu yang lebih besar

Sementara batu dengan ukuran besar harus diatasi dengan dipecahkan. Cara ini bisa menggunakan gelombang kejut.

“Kalau batunya sudah lebih besar atau dengan obat tak bisa, harus dipecahkan dulu. Itu bisa dengan gelombang kejut. Pasien cukup datang ke rumah sakit, tak usah dibius, tak usah ada luka. Kecilnya di bawah 2cm,” ungkap dr. Ponco.

3. Batu berukuran besar

Dan untuk ukuran besar yang sampai membentuk seperti tanduk rusa bisa diatasi dengan operasi yang disebut dengan Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL).

Dokter Ponco menjelaskan bahwa PCNL merupakan teknik pembedahan minimal invasif untuk menghancurkan batu ginjal dengan menggunakan jarum (needle) dan guidewire. Benda ini nanti akan ditusukkan ke punggung pasien pada kulit dekat ginjal untuk mengakses ginjal dan saluran kemih bagian atas. Luka operasi pada teknik ini sekitar 1 cm.

“Kalau batunya besar, itu kurang efektif (menggunakan gelombang kejut) karena perlu berkali-kali atau mungkin ada risiko lainnya seperti penyumbatan dan lainnya. Itu baru kita lakukan operasi PCNL,” pungkas dr. Ponco.
(FIR)

 

Sumber berita: https://www.medcom.id/…/zNA34owk-gejala-batu-ginjal-dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *