FKUI: Sebagian Masyarakat Belum Teredukasi Covid-19

#Liputanmedia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam menyayangkan belum efektifnya kampanye pemerintah mengenai Covid-19. Prof Ari menyebut sebagian masyarakat masih belum paham Covid-19 walau pandemi telah berlangsung hampir setahun.
Wabah Covid-19 telah melanda Indonesia sejak Maret 2020 tak jauh beda dengan negara lain di dunia. Namun sebagian pihak masih belum percaya kehadiran Covid-19 sebagai suatu ancaman kesehatan. Yang paling ekstrem bahkan menyebut Covid-19 hanya rekayasa belaka.
“PR kita banyak walau pandemi sudah delapan bulan masih ada masyarakat yang belum teredukasi dengan baik sehingga tidak laksanakan prokes (protokol kesehatan) dengan tepat atau mereka jenuh (dengan prokes) juga ada,” kata Prof Ari pada Republika, Jumat (13/11).
Prof Ari meminta masyarakat tidak bosan mematuhi prokes pencegahan Covid-19 mencakup mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker (3M). Langkah itu ialah upaya agar diri sendiri tidak terjangkit atau bahkan menularkan Covid-19 pada orang lain.
Prof Ari menilai saat sebagian masyarakat bosan mematuhi prokes maka edukasi yang dilakukan pemerintah terkesan gagal. Padahal bosan atau pun tidak, penerapan prokes menjadi harga mati.
“Kalau pemahaman mereka baik sejenuh apapun tetap mau laksanakan (prokes). Kalau pemahaman rendah, Covid dianggap tidak bahaya atau tidak mungkin tertular, itu maka pemahaman belum sampai,” ujar Guru Besar Ilmu Kedokteran Penyakit Dalam itu.
“Kalau pemahamannya sampai dia dalam kondisi apapun akan patuh (prokes),” pungkas Prof Ari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *