Anak Tukang Las juga Bisa Jadi Dokter

#LiputanMedia

SYAHRUL Ramadhan, 19, tak pernah mengira dewi fortuna bakal menghampirinya. Siswa SMA Negeri 2 Bangko, Rokan Hilir, Provinsi Riau, itu dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 dan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
 
Namun, kebahagiaannya itu surut kala mengingat besarnya biaya kuliah di kedokteran. Sementara itu, kedua orangtuanya yang berprofesi sebagai tukang las dan penyapu jalan, hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
 
Dalam sebuah wawancara dengan media lokal, Syahrul berharap bantuan beasiswa dari sejumlah pihak agar impiannya menjadi seorang dokter pun bisa terwujud.
 
Kabar itu pun sampai ke telinga Dekan Fakultas Kedokteran UI (FKUI) Prof Ari Fahrial Syams. Ia mengatakan semangat Syahrul untuk berkuliah, menginspirasi dan menggugah hati alumni FKUI.
 
“Dalam hitungan 1,5 jam saja, sudah ada dana terkumpul Rp18 juta dari Ikatan Alumni (Iluni) FKUI lulusan 1990. Saya tadi sudah kontak Syahrul untuk memastikan dia akan daftar ulang dan dia akan ke Jakarta untuk daftar ulang,” ujar Prof Ari kepada Media Indonesia, Minggu (24/3) malam.
 
Saat berbicara dengan Syahrul, Prof Ari mengaku terharu dengan semangat dan kegigihan anak bungsu dari tiga bersaudara itu. Calon mahasiswa itu berencana untuk tinggal di asrama UI dan untuk biaya hidup akan dibantu Iluni FKUI. “Semangatnya tinggi untuk menjadi dokter dan ia siap mengabdi kembali ke kampung halamannya setelah menjadi dokter.”
 
Tahun ini, sebanyak 92.331 peserta dari 478.608 pendaftar dinyatakan lolos SNMPTN 2019 berdasarkan prestasi akademik dari rapor siswa selama bersekolah. Syahrul selalu menjadi juara dengan rata-rata nilai di atas 90.
 
Prof Ari menuturkan, UI telah menetapkan mekanisme biaya operasional pendidikan (BOP) yang disesuaikan dengan kemampuan penanggung biaya pendidikan calon mahasiswa, atau dikenal dengan BOP-Berkeadilan. Calon mahasiswa baru mempunyai hak untuk bisa mengajukannya.
 
Selain itu, terdapat mekanisme lainnya yang disebut BOP-Pilihan. Calon mahasiswa dapat menentukan sendiri biaya pendidikan yang akan dibayarkan.
 
Mereka yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN tidak bisa mendaftar lagi pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 yang menyeleksi siswa berdasarkan skor ujian tulis berbasis komputer (UTBK).
 
Hingga Minggu (24/3) pukul 18.00 WIB, jumlah peserta yang mendaftar UTBK gelombang I mencapai 750.269. Pendaftaran UTBK gelombang II dibuka hingga 1 April 2019 mendatang. (Ind/H-3)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *