Adakah Cara Mengukur Oksigen Selain Menggunakan Oksimeter?

#Liputanmedia

Jakarta: Sejak adanya covid-19, istilah Happy Hypoxia Syndrome jadi sering terdengar di telinga kita. Menurut Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP ini adalah kondisi di mana kadar oksigen seseorang sudah rendah namun orang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda.

Untuk menghindari dampak fatal dari happy hypoxia, pasien disarankan untuk dicek kadar oksigennya secara berkala dengan alat pengukur kadar oksigen yang disebut dengan oksimeter.

Dengan ini, keadaan pasien terpantau sehingga saat kadar oksigen dalam tubuh menurun bisa dilakukan tindakan yang tepat.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Happy Inspire Confuse Sad
Apakah ada cara untuk mengetahui kecukupan oksigen di tubuh selain menggunakan oksimeter? Menurut Prof. Ari Fahrial oksimeter adalah alat yang efektif untuk mengukur permasalahan ini. Orang yang sudah positif covid-19 perlu untuk secara rutin dicek dengan alat ini.

“Dalam keadaan orang mengalami infeksi covid tadi, misalnya dia datang dengan diare, nyeri perut, demam. Dokter tentu belum berpiki bahwa ini covid-19, kemudian dilakukan pemeriksaan. Diperiksa swab ternyata positif. Ketika sudah positif, ini harus jaga-jaga. Oksimeter itu harus dipasang ke pasien tersebut,” ungkapnya dalam live Instagram “Apa Kata Dokter: Mengenal Happy Hypoxia Pasien Covid-19.”

“Di situlah diketahui apakah memang termonitor itu turun atau tidak. Kalau masih dirawat biasa, check up biasa oleh perawat setiap enam jam. Dia akan tensi, cek nadi, dan biasanya disertai dengan oksimter ini. Jadi dengan ini kecurigaan happy hypoxia bisa terdeteksi,” katanya.

Sumber berita: https://www.medcom.id/…/nbwjm5JN-adakah-cara-mengukur-oksig…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *