PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GIZI KURANG BALITA DI DESA SUJUNG

Kualitas sumber daya manusia salah satunya ditentukan oleh status gizi anak. Jika terdapat gangguan pada masa ini, maka akan berdampak tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan mental dan kecerdasan, yang pada usia dewasa terlihat dari ukuran fisik yang tidak optimal serta kualitas kerja yang tidak kompetitif dan berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi. Prevalensi balita gizi kurang di Provinsi Banten tahun 2013 yaitu sebesar 6,42%, laki-laki sebesar 7,56% dan perempuan sebesar 6,77%. Kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan ibu merupakan salah satu penyebab masalah gizi pada balita. Sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan gizi. Pengetahuan gizi ibu yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh terhadap kondisi gizi keluarga. Praktek pemberian makan yang baik pada anak akan mempengaruhi kesehatan dan status gizi anak. Keadaan sanitasi dan penyakit infeksi pada balita juga dapat mempengaruhi status gizi.

Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerjasama dengan Direktorat Riset Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI), PKPU Human Initiative, dan Pemerintah Desa Sujung Provinsi Banten melakukan upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah gizi kurang balita, dengan dana hibah kolaborasi DRPM UI. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa aktif dan mahasiswa internship Program Studi Magister Ilmu Gizi FKUI.

Tujuan kegiatan yang dilakukan pada tahun pertama yaitu menyediakan pedoman media edukasi untuk para guru PAUD dan kader, sehingga dapat memperbaiki pengetahuan dan perilaku orangtua dan masyarakat terhadap pola asuh anak. Media edukasi yang dikembangkan berupa media edukasi CITA (Cerdas, Bergizi, Terampil dan Aktif) yang terdiri dari: Modul, Lembar balik, poster, kartu bermain dan Puzzle. Media tersebut memiliki keunikan karena disusun berdasarkan keadaan rural lokasi Desa Sujung serta berisi rekomendasi sesuai dengan ketersediaan sumber daya lokal. Dengan ini, kegiatan dilakukan untuk melibatkan partisipasi masyarakat khususnya kader posyandu dan guru PAUD dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan orangtua balita terhadap penanganan gizi yang berkualitas melalui media edukasi interaktif berbasis lokal.