Memperparah COVID-19 pada Lansia

#Liputanmedia

JAKARTA – Pandemi COVID-19 sudah satu tahun lebih melanda berbagai negara di dunia tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang ada, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyimpulkan bahwa virus yang menyerang saluran pernapasan ini, sangat berisiko bagi sebagian orang, terutama mereka yang berusia lebih dari 65 tahun. Sebab di usia yang tak lagi muda, sistem imun pun turut melemah.

Sementara di sisi lain, ada bermacam virus di sekitar kita yang sama bahayanya seperti COVID-19, salah satunya virus influenza. Bahkan, virus itu disebut bisa memperburuk lansia penderita COVID-19.

Berdasarkan eksperimen laboratorium yang dilakukan di China, virus influenza A dapat mengubah berbagai macam sel manusia setelah beberapa jam terinfeksi. Perubahan tersebut, kemudian dapat dimanfaatkan oleh virus COVID-19 untuk menyerang manusia dengan lebih mudah.

Kekhawatiran ini tak berhenti sampai di situ, karena adanya kemiripan gejala yang dialami oleh penderita influenza dan COVID-19 yang dapat mempersulit diagnosis. Padahal, jika tidak segera ditangani dengan tepat, influenza dan COVID-19 dapat memperburuk kondisi penderita yang terinfeksi.

Menurut Pakar Penyakit Dalam Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo sekaligus profesor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dr Siti Setiati, jangan sampai karena masyarakat saat ini lebih fokus pada COVID-19 sehingga menganggap bahaya influenza hilang.

“Jangan salah, kedua penyakit ini bisa menjadi twindemic, loh! Artinya, muncul pada saat bersamaan,” ujar Ati, sapaan dr Siti Setiati, Senin (6/9/2021).

Lansia yang terkena influenza dan COVID-19 di saat yang sama, menurut dia dapat mengalami kondisi yang sangat serius. Karenanya Ati mengimbau agar penyakit influenza tak diremehkan.

Pernyataan Ati juga didukung oleh penelitian di Inggris pada Januari hingga April 2020 lalu. Berdasarkan penelitian itu, diketahui dari 38 pasien berumur 60 tahun lebih yang terinfeksi flu dan COVID-19, 23 di antaranya meninggal dunia.

Tak hanya memperparah gejala COVID-19, virus influenza juga dapat mengakibatkan komplikasi serius hingga menyebabkan kematian pada penderitanya. Bronkitis atau pneumonia adalah komplikasi flu yang paling umum. Namun, flu juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, cedera ginjal akut hingga disfungsi hati.

Dimana berdasarkan hasil dari penelitian di China pada 93 lansia, cedera jantung akut secara signifikan lebih tinggi pada kelompok flu yang meninggal yakni 86%, dibandingkan pada kelompok non-flu yang sebesar 54%.

Sementara, IGP Suka Aryana, Konsultan Geriatri mengatakan bahwa kematian akibat influenza terbanyak terjadi pada pasien usia di atas 65 tahun, yaitu sekitar 90%. Karena itu, pada orang lanjut usia melakukan vaksinasi influenza sangat disarankan untuk menekan kematian yang diakibatkan oleh infeksi flu.

Efektivitas vaksin flu sendiri sudah sering dibuktikan di berbagai kajian ilmiah. Salah satunya penelitian yang dilakukan di Kanada yang menunjukkan pemberian vaksin influenza pada manusia usia lanjut juga dapat mengurangi angka kesakitan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

WHO sendiri merekomendasikan vaksinasi flu dilakukan satu tahun sekali. Khususnya bagi para lansia di tengah pandemi ini. Dengan begitu, diharapkan dapat menjaga lansia dari infeksi flu dan COVID-19 secara bersamaan.

Sehingga, meringankan gejala serta dapat mengurangi risiko rawat inap dan rawat jalan yang secara tak langsung membantu meringankan tanggung jawab para tenaga kesehatan (nakes) yang masih fokus berjuang melawan pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *