Info FKUIUncategorized

Dokter Sebut Dampak Debu Vulkanik Menyerang Mata, Paru-paru, Kulit

#Liputanmedia

JawaPos.com – Musibah yang terjadi menimpa pengungsi di Gunung Semeru, Jawa Timur, membuat mereka tak hanya kehilangan nyawa, luka-luka, hingga harta benda. Akan tetapi warga yang terdampak mengalami gangguan kesehatan. Tak hanya saat ini, gangguan kesehatan jangka panjang juga bisa terjadi.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan debu vulkanik bisa secara langsung menyebabkan gangguan kesehatan pada mata, kulit maupun saluran pernapasan. Efek akibat terhirup debu juga bisa muncul 2 minggu setelah debu tersebut bertahan dalam sistem pernapasan kita.

“Sehingga menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan bawah,” katanya kepada JawaPos.com, Minggu (5/12).

Prof Ari merinci seperti apa gejala yang akan muncul pada organ tubuh baik jangka pendek maupun jangka panjang. Di antaranya,

1. Dampak pada Paru-paru

Bahkan jika kandungan silika terus bertahan di paru-paru dalam jangka panjang, hal ini akan menyebabkan silikosis, suatu kondisi yang pada akhirnya membuat fungsi paru akan menurun. Pertanyaan yang timbul sehubungan debu vulkanik gunung Semeru adalah apa kandungan yang terdapat di debu vulkanik tersebut, bagaimana dampaknya bagi kesehatan baik saat ini maupun jangka panjang.

“Bagaimana sumber air bersih yang terkontaminasi apakah layak digunakan, bagaimana tanaman dan hewan yang terpapar dengan debu vulkanik, ini belum lagi jika peralatan listrik dan mesin-mesin yang terkena debu ini apakah akan rusak,” jelasnya.

2. Dampak pada Mata

Fakta yang ada saat ini, memang bahwa debu vulkanik akan menyebabkan perih pada mata dan menimbulkan gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak napas. Debu vulkanik telah menyebabkan jalan-jalan raya di beberapa kota seputar Semeru menjadi licin dan berlumpur setelah hujan tiba dan menyebabkan beberapa kecelakan.

3. Dampak pada Kulit

Pada kulit pun menyebabkan gatal-gatal jika kita terpapar debu vulkanik ini. Perlu dilakukan survei kesehatan dan observasi yang terus menerus di rumah-rumah sakit dan tempat-tempat mengungsian mengenai kasus-kasus penyakit yang ditemukan.
Sampai sejauh ini jumlah korban meninggal 13 orang dan Korban luka umumnya karena luka bakar, akibat semburan debu panas dari erupsi Gunung Semeru.

4. Gangguan Psikologis

Menurut Prof Ari, permasalahan kesehatan para pengungsi harus diidentifikasi sehingga langkah-langkah yang tepat harus dilakukan. Permasalahan kesehatan yang muncul seputar pengungsi adalah gangguan fisik maupun psikis. Kondisi pengungsian yang terbatas seperti keterbatasan tempat tidur yang layak, sarana air bersih khususnya untuk mandi, cuci dan kakus yang terbatas jelas akan berdampak bagi kesehatan para pengungsi.

Selain itu faktor kejiwaan para pengungsi juga akan terganggu, karena terdapat faktor-faktor yang dapat mencetuskan terjadinya stres bagi para pengungsi. Hidup di pengungsian yang tidak jelas, masa depan yang juga tidak jelas.

“Apalagi para pengungsi juga sudah mengalami kerugian akibat kerusakan dan kehilangan harta benda. Hal ini akan menyebabkan kondisi kejiwaan para pengungsi akan menurun,” jelasnya.

Sumber berita: https://www.jawapos.com/…/dokter-sebut-dampak-debu…/