Info FKUIUncategorized

Bintik Manik Putih di Mata, Awas Kanker Ganas di Mata

#Liputanmedia

Jakarta, Gatra.com- Menurut data dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Cipto Mangunkusumo, kanker ganas pada mata atau Retinoblastoma menjadi kanker ketiga terbanyak pada anak.

“Pelayanan kanker anak hanya ada di rumah sakit pendidikan di ibukota propinsi. Sejak BPJS berlaku 2014, jumlah pasien meningkat, hal ini menjadikan tenaga medis semakin berkurang,” jelas dr. Endang Windiastuti Sp(K), konsultan kanker anak dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dalam serial webinar Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Sabtu, (13/11).

Masalahnya, lanjut dr Endang, pasien sering datang terlambat dengan berbagai alasan. Sebagian orang tua menganggap keganasan di mata ini sebagai dianggap penyakit mata biasa.

Dijelaskan dr Endang, keterlambatan ke pelayanan kesehatan juga karena fasilitas yang memang tidak mendukung. Misalnya kurangnya dokter konsultan kanker anak. Selain itu akses fasilitas kesehatan sulit dijangkau dan memilih pengobatan alternatif.

Untuk diketahui, Retinoblastoma adalah keganasan intraokuler dari retinoblast yang terjadi pada bayi dan anak dengan pertumbuhan sel-sel kanker sangat cepat. Gejalanya mudah dikenali, yaitu ada manik mata putih yang akan berkilat di dalam gelap, seperti mata kucing di malam hari.

“Pemeriksaan retinoblastoma bisa dilakukan di beberapa Puskesmas dengan alat yang bernama funduskopi,” jelas dr. Endang.

Dengan funduskopi, refleks fundus yang normal adalah bola mata berwarna merah. Jika refleksinya putih atau tidak merah, harus dirujuk ke dokter spesialis mata.

Prof. dr. Rita Sita Sitorus, PhD, Sp.M(K) dari FKUI/RSCM menambahkan, retinoblastoma sebenarnya jarang, namun menjadi kasus yang paling sering ditemukan pada anak. Biasanya menimpa anak-anak di bawah usia 5 tahun, disebabkan mutase genetik.

Retinoblastoma bisa menyebabkan kebutaan bahkan kematian. Jika ditemukan di stadium dini bisa disembuhkan. Selain manik mata putih (leukoria), anak dengan retinoblastoma akan mengalami mata juling, mata merah, peradangan mata, penglihatan buram dan mata menonjol.

“Manik tumor putih di mata ini menandakan tumor masih berada di bola mata namun ukurannya sudah cukup besar untuk diterapi dengan laser atau krioterapi,” ungkap Prof Rita.

Sayangnya, lanjut dia, sering salah diagnosis terkait adanya manik putih di mata. Dianggap kelainan yang tidak berbahaya.

“Bahkan kadang dikira katarak atau penyakit mata lainnya. Harus dirujuk ke dokter spesialis mata setiap ada tanda leukoria ini untuk dievalusi dengan cepat penyebabnya,” jelas Prof. Rita.

Misdiagnosis juga kerap terjadi jika gejalanya adalah mata juling (strabismus). “Jangan meremehkan mata juling pada anak, perlu pemeriksaan apakah penyebabnya retinoblastoma atau penyebab lain,” tegas Prof. Rita.

Menurut Prof. Rita, salah diagnosis ini kerap terjadi selama pemeriksaan di mantri atau dokter umum.

Mata merah juga menjadi gejala retinoblastoma yang sering dianggap radang biasa, Orang tua harus waspada jika mata anak merah disertai juling atau manik putih di mana, dan anak mengeluhkan pandangan buram, dan mata berpendar saat malam hari.

Sumber berita: https://www.gatra.com/…/bintik-manik-putih-di-mata-awas…