Departemen Neurologi

Informasi Umum

Sejarah
Departemen Neurologi FKUI tidak bisa dilepaskan dari nama besar seorang (alm) Prof. Dr. Mahar Mardjono, SpS. Prof. Mahar merupakan neurolog pertama di FKUI. Beliau mempelajari neurologi di Amerika Serikat, yaitu Department of Neurology, University of California Medical Center, San Fransisco. Beliau dididik oleh Prof Dr  Robert  Aird. Pada tahun 1961, pemisahan neurologi dan psikiatri diakui dan diterima oleh FKUI. Sehingga, saat itu berdirilah Departemen Neurologi FKUI yang dipimpin oleh Prof. dr. Mahar Mardjono, SpS.  Pengembangan ilmu saraf kemudian dilanjutkan dengan mengirimkan beberapa orang belajar ke luar negeri. Diantaranya dr. T. Liman, SpS dikirim ke San Fransisco untuk belajar neuroradiologi. dr. T. Liman, SpS adalah dokter pertama yang mempelajari dan menjadi ahli dalam bidang neuroradiologi.  Saat ini pengembangan neuroradiologi dilakukan oleh bagian Radiologi FKUI. Kemudian dr. Soemargo Sastrodiwirjo tahun 1962 mempelajari neurologi klinis di Montreal, Canada. dr. Soemarmo Markam dikirim ke Philadelphia mempelajari neuropatologi. dr. Priguna Sidarta mempelajari neurologi eksperimental di Montreal, Canada. Namun beliau hanya berkarir di neurologi FKUI sampai tahun 1968, selanjutnya beliau pindah ke University Malaya, Kuala Lumpur.

Para dokter yang bekerja di bawah pimpinan Prof. Mahar adalah dr. S.M Lumbantobing (alm), beliau mendalami  psikiatri, dr. S. Lazuardi, dr. Marli Mardiono, dr Andradi Suryamihardja, dr. Djohan Santoso, dr. Jusuf Misbach, dr. Tagor Harahap, dr. Bob Santoso Wibowo (alm), dr. Arif Yudana, dr. Darmosugondho, dr. Zakiah Syeban, dr. Fachrida M Mulyono, dr. Idris Mas’ud, dr. Ny. EML Margono. Pada tahun 1966, dr S.M. Lumbantobing dikirim ke Toronto, Kanada untuk mempelajari neurologi anak. Pada tahun 1967, sepulangnya dari  Kanada, beliau mendirikan Neurologi Pediatri di bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. Seperti halnya dr. T. Liman, SpS yang menjadi ahli neuroradiologi pertama di FKUI-RSCM, dr Lumbantobing SpS jugamerupakan ahli neurologi anak pertama di FKUI-RSCM. dr. Lumbantobing mendapat gelar doktornya dengan disertasi mengenai kejang demam pada tahun 1975 dan menjadi guru besar FKUI pada tahun 1988.

Pada tahun 1969, dr. Sujawan mempelajari bidang neurologi rehabilitasi. Pada tahun 1969 pula, Prof. dr. Mahar Mardjono diangkat menjadi Dekan FKUI hingga tahun 1973. Kemudian beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia sampai tahun 1982. Beliau pensiun pada tahun 1988.
Selama menjadi Prof. Mahar menjadi dekan FKUI, Departemen Neurologi dipimpin oleh dr. Soemargo Sastrodiwirjo.Tahun 1973, saat Prof. Mahar diangkat menjadi Rektor UI, dr. Soemargo menjadi pimpinan penuh Departemen Neurologi FKUI-RSCM. Di bawah dr. Soemargo, Departemen Neurologi FKUI-RSCM dikembangkan lebih jauh lagi. Selama pimpinan dr. Soemargo, telah dididik 53 ahli saraf yang kemudian bekerja di berbagai rumah sakit di kota-kota besar di Indonesia.

Gedung Departemen Neurologi sendiri didirikan di masa kepemimpinan dr. Soemargo pada tahun 1974. Gedung ini didirikan atas sumbangan pemerintah DKI Jakarta waktu itu. Sebelumnya, Departemen Neurologi menempati gedung semipermanen  yang didirikan semasa kepemimpinan dr. Schaafsma. Pada tahun 1975, dr. Andradi mempelajari potensial cetusan dan dr. Darmosugondho mendalami EEG di Australia. Pada tahun 1976, dr. Ny. EML Margono bersama dr. Soemarmo Markam mendirikan laboratorium sitologi likuor serebrospinal. Pada tahun 1977, dr. Bob Santoso Wibowo (alm) dikirim ke Jerman Barat untuk mempelajari EMG dan potensial cetusan. Pada tahun  1985 dr. Teguh A.S. Ranakusuma dikirim ke Austria untuk mempelajari hemoreologi.

Pada tahun 1986, dr. Samino dikirim ke Jepang untuk mempelajari CT Scan kepala. dr. Sidiarto dan dr. Lily Sidiarto mendalami neuro rehabilitasi di Colorado, Amerika Serikat.Alat potensial cetusan pertama kali ada di Departemen Neurologi pada tahun 1987. Sub dvisi ini dijalankan oleh dr. Yos Utama, dr. Bob Santoso Wibowo, dan dr. Andradi. Hingga saat ini, Departemen Neurologi sudah beberapa kali mengalami pergantian pemimpin. Saat ini Kepala Departemen Neurologi adalah dr. Diatri Nari Lastri, SpS.

Ruang Perawatan
Awalnya ruang perawatan Neurologi dan perawatan Psikiatri dicampur dalam satu bangsal di D-3 dan D-4. Pasien wanita dicampur dengan pasien Penyakit Dalam di bangsal A.

Saat ini, ruang perawatan kelas 3 dan Unit Stroke Departemen Neurologi RSCM berada di lantai 5 dari gedung perawatan baru yang megah yaitu Gedung A. Untuk kelas khusus berada mulai di Gedung A lantai 1, 3, dan 6. Lantai 8 Gedung A merupakan perawatan khusus pasien geriatri yang merupakan gabungan dari berbagai disiplin termasuk neurologi.

Ruang perawatan lantai 5 dibagi menjadi beberapa ruangan yang secara keseluruhan mampu menampung sekitar 60 pasien. Ada ruang perawatan yang dikhususkan untuk pasien-pasien trauma. Saat ini bed occupancy rate (BOR) ruang perawatan neuro cukup tinggi, yaitu rata-rata 80% per bulan.
Di Gedung A ini juga pertama kalinya Perawatan Pasien Saraf berada satu area dengan perawatan pasien Bedah Saraf. Hal ini menunjukkan keterpaduan kedua bidang ini dalam memberikan perawatan saraf yang terbaik.

Unit Stroke

Unit Stroke merupakan unit perawatan khusus Departemen Neurologi. Di unit stroke ini penderita stroke dirawat secara komprehensif, mulai dari tatalaksana stroke dalam fase akut sampai rehabilitasi menjelang pasien pulang. Unit stroke merupakan salah satu unit terbaik di RSCM, juga merupakan salah satu unit andalan Departemen Neurologi.

Poliklinik
Sejak tahun 1977, poliklinik neurologi dipindahkan ke gedung rawat jalan lantai 3, sampai saat ini. Poliklinik neurologi dibagi menjadi beberapa polikinik khusus, yaitu:
- Poliklinik pasien baru.
- Poliklinik SOIT (sefalgia, onkologi, infeksi, trauma).
- Poliklinik CPG (cerebrovascular, parkinsonisme, geriatri).
- Poliklinik nyeri dan saraf tepi,
- Poliklinik epilepsi.
Di gedung Departemen Neurologi sendiri juga terdapat beberapa poliklinik. Poliklinik yang terdapat di gedung departemen adalah poliklinik konsultan, poliklinik neurosonologi (TCD & Carotid Duplex), poliklinik Neurobehaviour, Elektrofisiologi (EEG & EMG/EP), serta poliklinik NO (neuro-oftalmologi) dan NOT (neuro-otologi).

Poliklnik yang terdapat di gedung Departemen Neurologi ini merupakan andalan departemen baik dalam hal pemeriksaan maupun para ahli sub-divisi yang bertugas di bagian ini. Poliklinik di gedung Departemen Neurologi seringkali menerima rujukan dari berbagai penjuru Indonesia. Sampai kini, di wilayah Jabodetabek memang belum tersebar ahli neurosonologi, elektrofisiologi, neurobehaviour, maupun NO dan NOT. Apalagi di wilayah Indonesia.

Saat ini, selain untuk melayani pasien, poliklinik-poliklinik yang terdapat di Departemen Neurologi juga mendidik spesialis saraf yang ingin mendalami bidang tertentu dalam program fellowship. Sejak tahun 1961, saat Departemen Neurologi pertamakali didirikan dan resmi berpisah dengan Departemen Psikiatri, di bawah kepemimpinan Prof. dr. Mahar Mardjono, SpS, Departemen Neurologi terus mendidik stafnya sampai ke luar negeri.

Selain itu, Departemen Neurologi juga mendidik dokter-dokter umum yang ingin mengambil spesialisasi di bidang neurologi. Para neurolog itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia sampai sekarang. Sejak tahun 2000 hingga 2010, Departemen Neurologi telah mendidik 103 dokter umum menjadi neurolog.

Saat ini Departemen Neurologi tengah mendidik 69 dokter umum untuk menjadi neurolog yang berada dalam berbagai semester. Pendidikan spesialisasi saraf berlangsung selama 9 semester. Pendidikan dilakukan dalam berbagai tahapan sesuai dengan tingkat kecakapan yang telah diperoleh. Program Pendidikan Dokter Spesialis Saraf menerima peserta program yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, setelah terlebih dahulu lulus dalam ujian saringan masuk PPDS.

Seperti halnya pimpinan departemen, Ketua Program Studi juga telah mengalami pergantian beberapa kali. Saat ini Ketua Program Studi Neurologi adalah dr. Eva Dewati SpS(K) dengan Sekretaris Program Studi dr. Darma Imran SpS. Di masa yang akan datang, Departemen Neurologi akan lebih mengembangkan lagi kemampuan dalam berbagai sub divisi sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi dalam neurologi. Diharapkan di masa yang akan datang, neurologi akan dapat lebih mengembangkan diri dalam bidang neurologi intervensi, IOM, neurobehavior, dan terapi sel punca untuk sub divisi neuro onkologi. Saat ini perjalanan ke sana sudah mulai dirintis dengan melakukan kerja sama dengan berbagai institusi di luar negeri yang kiranya kelak dapat mendidik tenaga-tenaga muda di neurologi untuk menjadi pakar dan pendidik di subdivisi yang disebutkan di atas.

STRUKTUR ORGANISASI

Ketua Departemen                           : dr. Diatri Nari Lastri, SpS(K)
Ketua Program Studi                        : dr. Eva Dewati, Sp(S)
Sekretaris Program Studi                  : dr. Darma Imran, SpS
Koordinator Pelayanan                      : dr. Freddy Sitorus, SpS(K)
Wakil                                              : dr. Tiara Aninditha, SpS
Koordinator Administrasi Keuangan    : dr. Yetty Ramli, SpS(K)
Wakil                                              : dr. Riwanti Estiasari, SpS
Koordinator Penelitian                      :
dr. Lyna Soertidewi, M.Epid, SpS(K)
Wakil                                             : dr. Al Rasyid, SpS(K)
Koordinator Pendidikan                    : dr. Manfaluthy Hakim, SpS(K)
Wakil                                             : dr. Fitri Octaviana, SpS
Kepala Tata Usaha                          : Bpk. Bambang

 
Divisi Departemen Neurologi FKUI-RSCM

Departemen Neurologi FKUI memiliki 11 Divisi, yaitu :

  1. Serebrovaskular, Neurosonologi, dan Neurologi Intervensi
  2. Neurotrauma
  3. Neuroinfeksi
  4. Neuroinfeksi dan Imunologi
  5. Epilepsi
  6. Neurofisiologi Klinis
  7. Neuromuskular, Saraf Perifer
  8. Neurobehaviour, MD, Neurogeriatri, dan Neurorestorasi
  9. Neuro-oftalmologi dan Neuro-otologi
  10. Neuro-intensif
  11. Neuropediatri dan Neurokomunitasi

Pelayanan Umum

A. Klinik Diagnostik

  • Elektroensefalografi
  • Elektromiografi dan Potensial Cetusan
  • Neurosonologi
  • Neurobehaviour
  • Neuro-oftalmologi & Neuro-otologi

B. Klinik Rawat Jalan

  • Klinik Konsultan
  • Klinik Neurologi Umum
  • Klinik Stroke, Parkinsonism, Geriatri
  • Klinik Sefalgia, Onkologi, Infeksi, Trauma
  • Klinik Nyeri dan Saraf Tepi

Aturan Umum Pendaftaran:
Untuk Klinik Rawat Jalan, aturan umum pendaftaran adalah:
Poliklinik Saraf menerima pasien baru yang datang sendiri, rujukan/konsultasi RS luar, rujukan/ konsultasi Departemen lain, dan pasien kontrol.

Pasien Baru:

  • Pasien baru yang datang sendiri atau dari RS luar mendaftar di bagian pendaftaran Gedung Rawat Jalan.
  • Pasien melapor di Poliklinik Saraf lantai 3 Gedung Rawat Jalan dengan membawa rekam medis dan persyaratan lain sesuai jaminannya (umum, asuransi, Askes, Jamkesmas, Jamkesda, SKTM, Gakin, pegawai RSCM, dll).
  • Pasien diarahkan ke Klinik Pasien Baru untuk menunggu giliran diperiksa.
  • Setelah kontrol berikut, pasien akan diarahkan ke klinik khusus sesuai permasalahannya.

Pasien Konsul:

  • Pasien konsul dari RS luar mengikuti prosedur seperti pasien baru.
  • Pasien konsul dari departemen lain membawa surat konsul dan melapor di Poliklinik Saraf.
  • Pasien diarahkan ke Klinik Pasien Konsul untuk menunggu giliran diperiksa.
  • Jika terindikasi rawat bersama maka pada kunjungan berikutnya pasien akan diarahkan ke klinik khusus sesuai permasalahannya.

Pasien Kontrol:

  • Pasien mendaftar di bagian pendaftaran Gedung Rawat Jalan.
  • Pasien melapor di Poliklinik Saraf lantai 3 Gedung Rawat Jalan dengan membawa rekam medis dan persyaratan lain sesuai jaminannya (umum, asuransi, Askes, Jamkesmas, Jamkesda, SKTM, Gakin, pegawai RSCM, dll).
  • Pasien akan diarahkan ke Klinik khusus sesuai permasalahannya.
  • Persyaratan jaminan dapat ditanyakan di meja-meja informasi yang tersebar di Gedung Rawat Jalan, IGD, maupun Gedung A

C. Rawat Inap

Aturan Umum Pendaftaran:
Untuk rawat inap lantai 5, aturan umum pendaftaran adalah:

  • Pasien diberi surat pengantar rawat oleh dokter poliklinik, dokter IGD, atau dokter luar.
  • Pusat Pelayanan Pasien Rawat Nginap (P3RN) akan mencari kamar kosong sesuai indikasi dan permintaan.
  • Manager on Duty (MOD) Gedung A akan menentukan ruang rawat bagi pasien sekaligus melakukan konseling mengenai masalah administrasi dan aturan perawatan.
  • Persyaratan untuk pasien umum, asuransi, Askes, SKTM, Jamkesda, Jamkesmas, Gakin, dan pegawai RSCM dapat ditanyakan ke pusat informasi Gedung A atau di http://rscm-gedunga.com.
  • Untuk Unit Stroke, aturan umum pendaftaran adalah:
  • Pasien diberi surat pengantar rawat oleh dokter poliklinik, dokter IGD, atau dokter luar.
  • Pusat Pelayanan Pasien Rawat Nginap (P3RN) akan mencari kamar kosong di Unit Stroke.
  • Manager on Duty (MOD) Gedung A akan menentukan ruang rawat bagi pasien sekaligus melakukan konseling mengenai masalah administrasi dan aturan perawatan.
  • Untuk saat ini Unit Stroke masih melayani pasien umum, Askes, dan jaminan asuransi saja


D. Layanan Pemantauan Selama Operasi (Intra Operative Monitoring = IOM)

Aturan Umum Pendaftaran:
Untuk IOM, aturan umum pendaftaran adalah:

  • Bagian/ dokter bedah yang membutuhkan IOM mengirim surat konsul ke Divisi Neurofisiologi Klinis.
  • Pasien dievaluasi awal oleh spesialis saraf sebelum IOM.
  • Ditentukan jadual operasi.
  • Persyaratan untuk pasien umum : surat konsul dan atau pasien dikirim langsung ke divisi.
  • Persyaratan untuk pasien Askes, SKTM, Jamkesda, Jamkesmas, Gakin, dan pegawai RSCM : sesuai ketentuan poliklinik apabila pasien dirawat jalan atau ruang perawatan apabila pasien dirawat inap.

Kepakaran

  1. Abdulbar Hamid. H, dr, SpS(K)
  2. Al-Rasyid, dr, SpS(K)
  3. Andre Mayza, dr, SpS
  4. Diatri Nari Lastri, dr, SpS(K)
  5. Eva Dewati, dr, SpS(K)
  6. Fitri Octaviana, dr, SpS
  7. Freddy Sitorus, dr, SpS(K)
  8. Jan S Purba, Dr, dr, PhD
  9. Jusuf Misbah, Prof, dr, SpS(K)
  10. Jofizal Jannis, dr, SpS(K)
  11. Lyna Soertidewi, dr, SpS(K)
  12. Manfaluthy Hakim, dr, SpS(K)
  13. Mursyid Bustami, dr, SpS(K), KIC
  14. Nizar Yamanie, dr, SpS(K)
  15. Pukovisa Prawiroharjo, dr
  16. Riwanti Estiasari, dr, SpS
  17. Salim Haris, dr, SpS(K)
  18. Silvia Francina L, dr, SpS(K)
  19. Sri Erni Istiawati, dr, SpS
  20. Tiara Anindhita, dr, SpS
  21. Wendra Ali, dr, SpS
  22. Yetty Ramli, dr, SpS(K)
  23. Zakiah S.Syeban, dr, SpS(K)

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi :

Departemen Neurologi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Rumah Sakit Dr. Cipto Mangukusumo
Jl. Salemba Raya no. 6 Jakarta Pusat 10430
Telp. 021-31935044, 3145273;
Faks. 021-2305856;
e-mail: cipbarbun@yahoo.com