News

Promosi Doktor Min Kyaw Htet

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia kembali menambah daftar jumlah penerima gelar doktor. dr. Min Kyaw Htet, M.Med.Sc (PH) meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “The Role of Sub-Clinical Inflammation on Haemoglobin Response, Iron and Vitamin A Status of Anaemic Myanmar Adolescent School Girls during Iron and Vitamin A Supplementation” di depan para penguji pada Rabu (6/7).

Promovendus berkewarganegaraan Myanmar ini mempresentasikan disertasinya di ruang Sena Pratista Sutomo Tjokronegoro Departemen Patologi Anatomi FKUI. Sidang terbuka Calon doktor berusia 34 tahun ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh wakil dekan FKUI, Prof. dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono, PhD, SpMK. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. dr. Arwin Ali Purbaya Akib, SpA (K) dan sebagai ko-promotor yaitu Prof. dr. Budi Utomo, MPH., PhD (Fakultas Kesehatan Masyarakat UI) dan dr. Drupadi HS Dillo, MSc, PhD, SpGK (SEAMEO RECFON-UI). Adapun yang bertindak sebagai ketua sidang kali ini adalah Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc dan dengan anggota penguji yaitu dr. Muchtaruddin Mansyur, PhD, MS, SpOk ; Dr. Ir. Umi Fahmida, MSc (SEAMEO RECFON-UI) ; dr. Iswari Setianingsih, PhD, SpA (Lembaga Eijkman) dan dr. Elvina Karyadi, PhD (Micronutrient Initiative Indonesia)

Presentasi pria berkacamata ini membahas tentang penyakit anemia dan defisiensi zat besi. Anemia menjadi masalah gizi utama di dunia termasuk Negara berkembang. Penyakit ini tidak menganal usia, dapat terjadi di semua tahapan usia. Satu asumsi yang selama ini berkembang adalah bahwa penyebab anemia satu-satunya adalah kekurangan zat besi dan dapat dengan mudah diobati dengan suplementasi. Padahal penyebab anemia ada beberapa yaitu infeksi, kekurangan vitamin A, infestasi kecacingan, dan hemoglobinopati. Hal ini juga menjelaskan bahwa tidak semua yang kekurangan zat besi menderita anemia.

Kelirunya asumsi tersebut menjadi penyebab kegagalan utama dari proyek kesehatan yang dibiayai UNICEF untuk mengurangi penderita anemia. Walaupun suplementasi dan fortifikasi zat besi adalah strategi yang paling efektif, perlu juga diperhitungkan kerumitan masalah ini agar tingkat keberhasilan sebuah intervensi dapat dengan tepat diintervensikan dan dievaluasi.

Bertolak dari masalah ini, studi penelitian pun dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengetahui peranan inflamasi pada respon hemoglobin, status zat besi dan vitamin A terhadap pemberian suplementasi zat besi dan vitamin A dalam penanganan masalah anemia.

Salah satu kesimpulannya, dalam studi ini, kombinasi dari zat besi dan vitamin A secara signifikan telah mengurangi prevalensi anemia, defisiensi zat besi serta anemia defisiensi zat besi. Vitamin A juga memperlihatkan kontribusi pada peningkatan simpanan zat besi tubuh (body iron stone).

Setelah menjalani sidang selama kurang lebih 2 jam, sebagai hasil dari pemaparan disertasi tersebut, yudisium memberikan gelar doctor pada dr. Min Kyaw Htet, M.Med.Sc (PH). Beliau mendapatkan nilai A dengan kategori cum laude dan menjadi doktor ke 146 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (Mel/Die)

Arsip Foto