News

The 5th Jakarta Meeting in Medical Education



Fakultas Kedokteran Univeritas Indonesia (FKUI) melalui Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI dan Continuing Medical Education FKUI kembali meyelenggarakan The 5th Jakarta Meeting in Medical Education pada Sabtu dan Minggu (8-9/12) bertempat di Medical Staff Building RSCM, Jakarta

Jakarta Meeting in Medical Education (JAKMED) merupakan acara yang telah diselenggarakan oleh FKUI sejak tahun 2008 dengan tujuan untuk menggiatkan pelaksanaan praktek terbaik dalam pendidikan profesi  kedokteran dan kesehatan di Indonesia melalui penelitian, kajian ilmiah, dan pemberian informasi terkini. Tema yang diusung dalam acara JAKMED tahun 2012 ini adalah “Health Proffesions Education for the Future: Does Improvement in Health Education Mean Better Outcome?”

Rangkaian kegiatan The 5th Jakarta Meeting in Medical Education sudah dimulai sejak Jumat (7/12) di Gedung CMU 2 lantai 2 dan di Gedung IASTH dengan penyelenggaraan Pre-Conference Workshop dengan empat tema yang berbeda.

Workshop pertama, “Becoming a Reflective Practitioner: Being Aware of Possible Errors in Daily Practice” dipandu oleh tiga tutor yaitu, Ardi Findyartini, Pradana Soewondo, dan Pringgodigdo.

Workshop kedua, “Using Computer Simulations in Teaching Biomedical Science” dipimpin oleh Minarma Siagian, Sophie Yolanda, Trinovita Andraini, dan Roman Ardian Goenarjo.

Workshop ketiga, “Teaching Bioethics in Faculty of Medicine” dengan tiga tutor yaitu Agus Purwadianto, Yuli Budiningsih, Wibisana Widiatmak, Oktavinda Safitry, dan Ade Firmansyah.

Workshop keempat, “Breaking Bad News: How to Prepare and Teach It” dipandu dengan tiga tutor yaitu Endang Basuki, Arif Marsaban, Herqutanto, dan Aria Kekalih.

The 5th Jakarta Meeting in Medical Education secara resmi dibuka oleh Dekan FKUI Dr. dr. Ratna Sitompul, SpM(K) yang sekaligus memberikan sambutan pada kesempatan tersebut. Acara dilanjutkan dengan Plenary I yang bertemakan “What the society needs from health professionals? The role of medical schools in educating socially responsible physicians.”

Dibawakan oleh seorang pakar dari Yong Lo Lin School of Medicine, National University of Singapore, Prof. John Wong dan dimoderatori oleh Dr. dr. Marcellus Simadibrata  K, SpPD-KGEH, FACG, FINASIM. Plenary pertama di hari tersebut fokus membahas peran sekolah kedokteran dalam mendidik para dokter untuk mampu bertanggung jawab secara sosial sehingga mampu menjawab kebutuhan dari masyarakat baik dari sisi biologis dan sosial.

Plenary II,  menghadirkan Julie Ash, PhD, BMBS, BSc(Hons), seorang pakar dalam bidang pendidikan kedokteran dari Flinders University, Australia. Dengan moderator dr. Indah Suci Widyahening M.S., M.Sc-CMFM, plenary kedua tersebut membahas topik mengenai “Measuring the outcomes of medical education: implementing the 3rd and 4th level of Kirkpatrick Evaluation.”

Acara dilanjutkan dengan Symposium I, dimana pada kesempatan kali ini dipimpin oleh dr. Rita Mustika, MEpid sebagai moderator, dengan tiga pembicara yaitu Dr. Julianto Witjaksono, Sp.OG-KFER, MGO dari BP2KB - Ikatan Dokter Indonesia; Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI); dan Hirotaka Onishi, MD, MHPE (University of Tokyo, Japan). Diskusi pada simposium mengangkat tema mengenai “Continuing Professional Development: role of medical schools and professional organization in ensuring the quality of physicians.”

Setelah makan siang, acara dilanjut dengan symposium II dengan tema “collaborations among medical schools: steps toward global health service.” Dimoderatori oleh Prof, Dr. dr. Retno W Soebaryo, SpKK(K), ketiga pembicara yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Dr. dr. Nancy Margarita Rehatta,SpAnKIC (UNAIR); Prof. John Wong (YLLSM-NUS, Singapore); dan Dr. med. dr. Setiawan.

Acara selanjutnya yang juga merupakan acara terakhir dari rangkaian kegiatan JAKMED pada hari tersebut adalah Panel Discussion I, dengan topik “Doctors vs Lawsuits: how medical education can prepare students in recognizing their legal rights and obligations". Diskusi yang fokus membahas mengenai profesionalisme, etik dan hukum ini dibawakan oleh dua panelis yaitu, Prof. Dr. dr. Herkutanto, SH, SpF(K) (Professional misconducts) dan Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto DFM., S.H., M.Si.SpF(K) (ethics and law, its relation to medical education) dan Moderator untuk panel discussion I ini adalah dr. Ade Firmansyah, SpF.

Pada Hari kedua simposium, Minggu (9/12), rangkaian kegiatan dimulai dengan Panel Discussion II bertemakan “Translating what you’ve learned in medical school to the real world of medical practice: challenge for the graduates and the medical schools.” Acara yang dipandu oleh dr. Nani Cahyani Sudarsono, SpKO sebagai moderator, menghadirkan tiga panelis yaitu, dr. Gandes Retno Rahayu, MMedEd, PhD (Universitas Gadjah Mada); dr. Khrisna Pandu Wicaksono (FKUI); dan Dr. dr. Marcellus Simadibrata  K, SpPD-KGEH, FACG, FINASIM (FKUI).

Acara dilanjutkan dengan free papers presentation (oral) yang dibawakan oleh para praktisi pendidikan kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia yang telah mengirimkan paper ke The 5th Jakarta Meeting in Medical Education. Segera setelah acara free papers presentation selesai, symposium III pun dimulai dengan tema pembahasan “Recognizing medical teacher role in introducing and teaching patient safety issues.” Tiga pembicara yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Julie Ash PhD, BMBS, BSc(Hons) (Flinders University, Australia); dan dr. Bambang Tridjaja, SpA(K) (Head of Medical Education Unit FKUI) dan dimoderatori oleh Dr. dr. Pradana Soewondo, SpPD(K)

Simposium IV dipandu oleh dr. Setyawati Budiningsih, MPH sebagai moderator dengan tiga pembicara yaitu, dr. Dhanasari V Trisna, MSc,CM- FM (FKUI); Hirotaka Onishi, MD, MHPE (University of Tokyo, Japan), dan dr. Widyandana, MHPE (UGM) mengangkat topik pembahasan diskusi mengenai “Giving back to the community: social awareness programme in medical school.”

Panel Discussion III merupakan acara terakhir dari rangkaian kegiatan The 5th Jakarta Meeting in Medical Education, mengangkat tema bahasan mengenai “The role of medical students and residents in patient care”. Para panelis yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Prof. dr. Anwar Jusuf SpP(K) (UI); Mahasiswa kedokteran UI (Eko Arianto, Bayushi Ekaputra, Dara Indira), dan dr. Aidrus – Residen Kedokteran FKUI-RSCM.

Pada hari terakhir pelaksanaan The 5th Jakarta Meeting in Medical Education, diumumkan pemenang dari Oral Presentation dan Poster. Untuk Oral Presentation, pemenangnya adalah Nia Ayu Saraswati (Universitas Muhammadiyah Palembang); Zwasta Mahardika (Universitas Yarsi); Wening Sari (Universitas Yarsi). Sedangkan untuk kategori poster dimenangi oleh Ilham Utama Surya (FKUI) dan Galuh Suryandari (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang).(Uti/Dan/Mel/Die)