News

90 tahun Gedung FKUI

Tahun ini, genap sembilan puluh tahun usia gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang bertempat di Jalan Salemba Raya 6. Gedung tersebut menjadi saksi banyak peristiwa penting yang terjadi di negeri ini.

Agenda kegiatan Perayaan 90th Gedung FKUI - RSCM - Eijkman :

  1. Pameran foto gedung FKUI - RSCM - Eijkman II Lobby Bawah FKUI II 29 November 2010 - 3 Desember 2010

  2. Diskusi Panel "90th Situs Salemba 6 & Diponegoro 71" II AULA FKUI II 1 Desember 2010

  3. Resital Musik II AULA FKUI II 3 Desember 2010

Informasi lebih lanjut, hubungi HUMAS FKUI 70979996



Bermula dari Mantri Cacar
Memang usia pendidikan kedokteran di Indonesia telah berumur lebih dari 150 tahun. Dimulai dari lahirnya Sekolah Dokter Jawa pada bulan Januari 1851 di Weltevreden yang sekarang dikenal dengan RSPAD Gatot Subroto. Para Dokter Jawa itu hanya diharapkan mengatasi wabah cacar saat itu. Mereka kemudian disebut mantra cacar. Kemudian pada tahun 1901, pendidikan Dokter Jawa dipisahkan dari rumah sakit militer Weltevreden ke Hospitaalweg, saat ini Jalan Dr. Abdul Rachman Saleh.

Akhirnya tahun 1919, School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) dipindahkan ke rumah sakit pendidikan Centrale Burgelijke Ziekeninrichting (CBZ) atau saat ini Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo. Pemindahan tersebut, karena pendidikan kedokteran di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat dan memerlukan tempat yang lebih luas. Pada tanggal 5 Juli 1920, seluruh kegiatan pendidikan dipindahkan ke Salemba 6.

Hingga kini, Gedung Salemba 6 genap berusia 90 tahun. Jika dibandingkan dengan gedung fakultas kedokteran di Eropa yang berumur ratusan tahun, Gedung Salemba 6 masih terbilang muda. Akan tetapi gedung tersebut merupakan salah satu gedung kedokteran tertua di Indonesia. Bahkan, pendidikan kedokteran FKUI tertua di Asia Tenggara. Gedung itu pula menjadi saksi banyaknya peristiwa penting yang berkaitan dengan kedokteran, kemerdekaan, dan peristiwa lainnya di Indonesia.

Saksi Bisu Sejarah
Gedung itu merupakan simbol revolusi pendidikan kesehatan Indonesia. Gedung Salemba 6 berdiri atas jasa dr. Abdul Rivai dan beberapa anggota volksraad. Dr. Abdul Rivai merupakan pribumi yang mendapatkan gelar art (gelar Dokter Jawa) di Negeri Belanda. Hasil perjuangan mereka, yaitu Indonesia memperoleh pendidikan kedokteran bertaraf universitas. Hal tersebut ditandai dengan STOVIA diganti menjadi Geneeskundige Hogeschool (GH). Dari sanalah lahir dokter Indonesia yang luar biasa seperti dr. Soetomo Tjokronegoro dan dr. Cipto Mangunkusumo.

Gedung Salemba 6 juga merupakan saksi bisu dan memiliki peranan yang penting dalam kemerdekaan Indonesia. Di gedung itu, para dokter, mahasiswa kedokteran, dan mahasiswa lainnya merencanakan deklarasi kemerdekaan Indonesia. Sehingga kemerdekaan dapat dirasakan oleh Bangsa Indonesia. Dr. Abdul Rachman Saleh bersama dokter lainnya pun di sana melakukan siaran radio pertama mengenai kemerdekaan Indonesia. Gedung itu, juga menjadi saksi gugurnya dokter dan mahasiswa yang membela kemerdekaan, seperti dr. Soepraoen Said dan Mohamad Ridwan Meureksa.

Pergerakan mahasiswa setelah kemerdekaan pun dimulai dari ke gedung ini. Mulai dari era orde lama hingga saat ini. Mulai dari peristiwa Ampera, yang ditandai dengan gugurnya Arief Rahman Hakim demi memperjuangkan kebenaran. Kemudian Peristiwa Malari hingga jatuhnya Orde Baru.

Saat ini
Zaman telah berubah, begitu pula dengan Gedung Perjuangan itu.  Banyak renovasi telah dilakukan, demi kesinambungan proses pembelajaran yang merupakan cita-cita awal  Gedung Salemba 6. Bangunan aslinya, saat ini hanya tersisa sepuluh persen saja. Akan tetapi semangat dan nilai gedung Salemba 6 tidak pernah berubah.

Gedung itu masih terus mampu membuat bangga penghuninya. Masih terus memberi semangat bagi penghuninya untuk terus berkarya demi kemajuan bangsa. Masih mampu menjadi roda penggerak untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di Indonesia. Karena Gedung Salemba 6 berdiri untuk itu. Selamat ulang tahun Gedung Perjuangan.[il/ic]