Departemen Ilmu Bedah Saraf

Informasi Umum

Sejarah

Sejarah pelayanan bedah saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo tidak dapat dipisahkan dari perkembangan di Indonesia. Pelayanan Bedah Saraf di Jakarta merupakan “cikal bakal” bedah saraf dalam arti seluas-luasnya; karena dari sinilah ilmunya dikembangkan, para spesialisnya dididik dan disebarkan, serta jangkauan pelayanannya diperluas sampai tercapai keadaan sekarang yang sudah hamper meliputi seluruh Indonesia.

Pelayanan bedah saraf dimulai sejak tahun 1948 atas prakarsa Prof. C.H. Lenshoek, bapak Neurochirurgi Belanda kelahiran Semarang yang sangat mencintai Indonesia. Dengan bantuan Palang Merah Belanda ia mendirikan klinik neurochirurgi dengan tujuan menolong korban perang yang sedang berkecamuk pada saat itu. Klinik ini belum menjadi bagian dari Rumah Sakit Pusat (C.B.Z) yang kemudian menjadi R.S. Cipto Mangunkusumo. Rumah Sakit khusus bedah saraf lengkap dengan fasilitas untuk diagnosa, perawatan, operasi serta rehabilitasinya bernama Princes Margriet Hospital, terletak di Jl.Raden Saleh NO.49. Para spesialis bedah saraf dari perkumpulan bedah saraf Belanda secara sukarela selama 6 (enam) bulan melayani klinik Raden Saleh. Mereka ini adalah : Dr P. Hanraet, Dr. A.C. de Vet dari Wassenaar, Dr. Wiersma dari Rotterdam, Prof.Dr. Noordenbos dari Amsterdam, Dr. M.P.A.M de Groot dari Tilburg dan Prof.Dr.C.H. Lenshoek dari Amsterdam yang kemudian menjadi guru besar di Groningen. Tenaga spesialis yang terakhir yaitu Dr.P. Albert yang berkebangsaan Spanyol, setelah menunaikan kerjanya selama enam bulan, masih memperpanjang kontrak kerjanya dengan pemerintah Indonesia sampai akhir tahun 1952, karena setelah pengakuan kedaulatan tahun 1950, rumah sakit ini oleh Palang Merah Belanda diserahkan kepada Palang Merah Indonesia yang kemudian menyerahkannya kepada pemerintah Indonesia (yang pada saat itu telah mengambil R.S. “Raden Saleh”).

Di awal tahun enampuluhan hubungan antara Salemba dan Raden Saleh mulai kurang lancar. Dengan pertimbangan demi pelayanan penderita yang lebih baik, maka Bagian Bedah Saraf pada bulan Desember 1964 dipindahkan ke gedung utama jalan Diponegoro No. 71 menempati ruangan yang ditinggalkan oleh bagian Pulmonologi (karena dipindahkan ke Rumah Sakit Persahabatan), ruang dari bagian Neurologi dan ruang D1 dari bagian Bedah.

Saat ini, Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM dipimpin oleh dr. Samsul Ashari, SpBS(K).

Divisi Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM

Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM memiliki 6 Divisi, yaitu :

  1. Divisi Onkologi
  2. Divisi Vaskuler
  3. Divisi Pediatrik
  4. Divisi Trauma
  5. Divisi Spine
  6. Divisi Fungsional

Pelayanan Umum

Kepakaran

Hingga tahun 2010, Departemen Bedah Saraf FKUI -RSCM memiliki 10 orang staf pengajar (dokter), 32 orang perawat bedah saraf, 22 orang residen dan 7 orang karyawan. Staf pengajar (dokter) Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM saat ini adalah :

  1. 1.Daryo W Soemitro, dr, SpBS
  2. David Tandian, dr, SpBS
  3. Hanif G. Tobing, dr, SpBS
  4. Hilman Machyudin, Prof, dr, SpBS
  5. Mohamad Saekhu, dr, SpBS
  6. Renindra Ananda Aman, Dr, dr, SpBS
  7. Samsul Ashari, dr, SpBS
  8. Setyo Widi Nugroho, dr, SpBS
  9. Syaiful Ichwan, dr, SpBS
  10. Wismaji Sadewo, dr, SpBS

 

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi :
Departemen Ilmu Bedah Syaraf
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Salemba Raya No. 6, Jakarta Pusat 10430
Telp. ( 021 ) 3145554
Fax. ( 021 ) 3927742
www.bedah-saraf.edu